Banjir pujian kini datang untuk seorang warga sipil Australia, Ahmed al Ahmed. Di tengah kepanikan penembakan massal di Pantai Bondi, ia justru melangkah maju. Dengan nyali yang sulit dibayangkan, pria itu berhasil merebut senjata dari tangan pelaku.
Menurut laporan Sydney Morning Herald, Selasa (16/12/2025), Ahmed mengaku tidak punya penyesalan sedikit pun. Meski kini harus menanggung rasa sakit yang luar biasa, tindakannya menyergap penembak dengan tangan kosong itu dianggapnya sebagai satu-satunya pilihan. Bahkan, dalam kondisi terburuk sekalipun, ia bersikukuh akan mengulanginya lagi. "Meski harus diberondong peluru," begitu kira-kira tekadnya.
Namun begitu, keadaan fisiknya tak bisa dibohongi. Luka-luka itu nyata dan sangat menyiksa.
Pernyataan terbaru Ahmed disampaikan oleh Sam Issa, pengacara imigrasi yang mendampinginya. Issa menemui kliennya di Rumah Sakit St George, Kogarah, di Sydney bagian selatan, pada Senin malam waktu setempat.
"Dia sama sekali tidak menyesal. Tegas sekali, dia bilang akan melakukannya lagi. Cuma, rasa sakitnya sekarang ini mulai benar-benar terasa," kata Issa, menggambarkan tekad sekaligus penderitaan pria itu.
Pengacaranya lalu menambahkan, kondisi Ahmed jauh dari kata sehat. "Keadaannya tidak baik. Tubuhnya penuh luka tembak. Pahlawan kita ini sedang berjuang keras saat ini," ucap Issa, suaranya terdengar haru.
Artikel Terkait
Regulasi Daycare Masih Tersebar dan Belum Komprehensif, Pengawasan Minim Tingkatkan Risiko Pelanggaran Hak Anak
BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga Petir di Sebagian Besar Wilayah Indonesia pada 5–11 Mei 2026
Mensos Gus Ipul Klarifikasi Anggaran Sepatu Rp700 Ribu: Bukan Standar Sekolah Rakyat
BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Peringati May Day dengan Penyerahan Santunan dan Layanan Kesehatan Gratis