Angka Pekerja Anak Melonjak, Lestari Moerdijat Desak Aksi Nyata

- Senin, 02 Februari 2026 | 20:10 WIB
Angka Pekerja Anak Melonjak, Lestari Moerdijat Desak Aksi Nyata

Angka pekerja anak di Indonesia kembali mencuat. Lestari Moerdijat, Wakil Ketua MPR RI, menegaskan bahwa pencegahan masalah ini harus dilakukan secara konsisten. Menurutnya, butuh kebijakan yang komprehensif dan dukungan dari banyak pihak untuk benar-benar mengatasinya.

"Dampaknya serius sekali," ujar Lestari dalam pernyataannya, Senin (2/2/2026).

Ia melanjutkan, anak-anak yang seharusnya menjadi masa depan bangsa justru berisiko kehilangan haknya. Hak untuk belajar di sekolah, bermain, dan tumbuh di lingkungan yang aman. Bahkan, keselamatan fisik mereka pun seringkali berada dalam ancaman.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024 menguatkan kekhawatiran itu. Proporsi pekerja anak tercatat naik menjadi 2,85%. Angka ini menunjukkan kenaikan dari tahun sebelumnya yang masih di 2,39%.

Kenaikan itu bukan sekadar statistik. Ia seperti sinyal alarm. Pemulihan ekonomi pasca pandemi, rupanya, belum sepenuhnya dirasakan oleh semua lapisan. Banyak keluarga, terutama yang akses pendidikannya terbatas dan pendapatannya pas-pasan, masih terpaksa mengikutsertakan anak dalam mencari nafkah.

Lestari mendesak agar tren peningkatan ini segera direspons. Butuh langkah-langkah yang tepat dan terukur, bukan sekadar wacana.

Solusinya, jelas politisi NasDem itu, harus melibatkan banyak pemangku kepentingan. Dari sektor pendidikan, ketenagakerjaan, hingga perekonomian, baik di level pusat maupun daerah. Semuanya harus bergerak bersama.

"Kolaborasi yang kuat antar sektor ini mutlak dibangun," tegas Lestari, yang juga duduk di Komisi X DPR RI.

Hanya dengan cara itu, kebijakan yang tepat sasaran bisa diterapkan untuk menyelamatkan generasi penerus. Harapannya, penghapusan pekerja anak bisa benar-benar direalisasikan. Butuh komitmen kuat, bukan hanya dari pemerintah, tapi juga dari masyarakat luas. Pada akhirnya, menyelamatkan anak-anak dari eksploitasi sama artinya dengan menyelamatkan masa depan bangsa ini sendiri.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar