Seorang pria bersenjata masih berkeliaran. Ia diduga sebagai pelaku penembakan yang mengerikan di Universitas Brown, Amerika Serikat, yang menewaskan dua orang dan melukai delapan lainnya. Peristiwa ini terjadi Sabtu (13/12) malam waktu setempat, mengoyak ketenangan akhir pekan di kampus bergengsi itu.
Berdasarkan keterangan saksi dan video pengawasan, pelaku digambarkan sebagai pria berusia sekitar 30-an tahun. Ia terlihat berjalan di Hope Street, tak jauh dari lokasi kejadian, dengan mengenakan pakaian gelap. Yang cukup mencolok, menurut beberapa saksi, ia mungkin juga memakai masker kamuflase berwarna abu-abu.
Hingga saat ini, suasana mencekam masih menyelimuti Providence. Perintah untuk tetap tinggal di dalam rumah masih berlaku bagi warga di dalam dan sekitar kampus Brown. Pihak universitas sendiri mengumumkan bahwa polisi akan secara bertahap memasuki sejumlah bangunan non-perumahan untuk mengawal orang-orang ke tempat yang lebih aman.
Walikota Providence, Brett Smiley, mencoba menenangkan situasi.
"Aparat penegak hukum akan ditempatkan di sekitar kota pada hari Minggu (14/12)," ujarnya.
Meski begitu, ia terlihat berusaha agar kepanikan tidak meluas. Smiley menyatakan bahwa ia "tidak menyarankan" warga untuk membatalkan seluruh rencana akhir pekan mereka, sekalipun pencarian terhadap tersangka masih terus dilakukan.
Artikel Terkait
Putin dan Larijani Bahas Aliansi di Kremlin Saat Ancaman AS ke Iran Menggantung
Trump: Iran Ingin Berunding, Tapi Batas Waktu Rahasia Sudah Ditetapkan
Es Legen di Pantura Berujung Mencekam: Rp 140 Juta Raib Digasak Maling
Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Lumajang Dini Hari