Pernah lihat flamingo dari dekat? Kalau iya, pasti satu pose ini langsung menarik perhatian: tubuhnya tegak, leher melengkung dengan anggun, dan satu kaki terangkat rapi. Burung bernama ilmiah Phoenicopterus roseus ini memang tahu betul cara tampil memukau. Tapi, pose satu kaki itu bukan cuma untuk gaya-gayaan. Itu adalah hasil adaptasi panjang yang ternyata sangat masuk akal, bahkan cerdas secara energi. Di balik keindahannya, ada cerita evolusi yang menarik untuk diulik.
Flamingo besar adalah spesies flamingo yang paling gede dan persebarannya paling luas. Mereka bisa ditemukan mulai dari Afrika Utara, Timur Tengah, sampai ke Eropa Selatan dan Asia. Tempat tinggal favorit mereka? Lingkungan ekstrem seperti laguna air asin, danau payau, atau rawa-rawa bergaram. Bagi kebanyakan makhluk, tempat seperti itu terlalu keras. Namun bagi flamingo, justru di situlah keunggulannya. Saingan untuk mendapatkan makanan jadi jauh lebih sedikit.
Ciri fisiknya sulit dilupakan. Kaki dan lehernya jangkung, paruhnya bengkok dengan ujung hitam, dan bulunya berwarna merah muda yang mencolok. Tingginya bisa nyampe satu setengah meter, lho. Kaki panjang itu membantunya berjalan di air dangkal tanpa sekujur tubuhnya basah. Sementara leher yang jenjang memungkinkan paruhnya menyapu dasar air saat mencari makan. Semua terlihat berlebihan, tapi setiap bagian punya fungsi yang sangat spesial.
Ngomong-ngomong soal makan, cara flamingo makan itu unik banget. Mereka membalikkan kepala ke dalam air. Lidahnya bekerja seperti piston, menyedot air dan lumpur, lalu menyaringnya dengan struktur mirip saringan halus di paruhnya. Udang-udang kecil, alga, dan mikroorganisme lain tertahan, sementara airnya dibuang. Teknik makan terbalik ini bikin mereka bisa mengakses sumber makanan yang sering diabaikan burung lain.
Warna merah mudanya yang ikonik itu juga punya cerita. Flamingo nggak lahir langsung merah muda. Anaknya berwarna abu-abu kusam. Warna cantik itu muncul perlahan seiring mereka tumbuh dan mengonsumsi makanan kaya karotenoid pigmen yang banyak terdapat pada alga dan krustasea seperti Artemia. Jadi, warna itu sebenarnya adalah cerminan dari apa yang mereka makan. Makin kaya makanannya, makin tajam dan cerah warnanya.
Menurut para ahli, warna itu bukan cuma untuk keindahan. Warna yang terang berfungsi sebagai sinyal kesehatan dan kualitas individu. Flamingo dengan warna lebih intens biasanya lebih sehat dan bergizi baik. Bahkan, saat musim kawin tiba, mereka akan mengoleskan sekresi minyak dari kelenjar khusus ke bulunya, seperti memakai bedak alami. Para peneliti menyebut perilaku langka ini sebagai bentuk "make-up biologis" di dunia burung.
Lalu, kembali ke pertanyaan awal: kenapa sih berdiri satu kaki?
Artikel Terkait
Matahari, Sang Sutradara di Balik Panggung Cuaca
Sisa Kuota Simpati Tak Lagi Hangus, Bisa Ditabung untuk Bulan Depan
Bulan di Ambang Ledakan: Antara Risiko Bencana dan Anugerah Ilmiah
Apple Gandeng Google, Siri Baru Bakal Pakai Mesin Cerdas Gemini