Rupanya, bagi flamingo, berdiri dengan satu kaki justru lebih stabil dan jauh lebih hemat energi. Struktur sendi dan otot di kakinya memungkinkan posisi itu terkunci secara pasif. Artinya, mereka nggak perlu ngotot mengerahkan tenaga untuk tetap berdiri tegak. Anehnya, bagi mereka, posisi ini justru lebih santai daripada berdiri dengan dua kaki.
Di sisi lain, kebiasaan ini juga membantu mengatur suhu tubuh. Flamingo sering berdiri di air yang lebih dingin dari tubuhnya. Dengan mengangkat satu kaki, area kontak dengan air yang dingin berkurang, sehingga panas tubuh lebih terjaga. Penelitian pun membuktikan, flamingo lebih sering mengangkat satu kakinya saat suhu lingkungan turun atau ketika mereka berada di air. Jadi, jelas ini soal efisiensi dan kenyamanan.
Kehidupan sosial mereka juga nggak kalah menarik. Flamingo besar adalah makhluk yang sangat komunal. Mereka hidup dalam koloni besar, bisa ratusan sampai ribuan ekor. Hidup berkelompok memberi perlindungan dari predator dan memudahkan mencari pasangan. Suasana koloninya pun selalu ramai oleh suara khas mereka yang mirip bunyi angsa suara itu adalah cara mereka berkomunikasi.
Dalam hal berkeluarga, flamingo menunjukkan kerja sama yang solid. Jantan dan betina bersama-sama membangun sarang dari lumpur berbentuk kerucut. Sang betina biasanya hanya bertelur satu butir, dan keduanya akan bergantian mengeraminya selama kurang lebih sebulan.
Setelah menetas, anak-anak flamingo akan digabungkan dalam "penitipan anak" besar-besaran. Meski terlihat kacau, setiap induk bisa mengenali anaknya sendiri lewat suara panggilan yang khas.
Proses menjadi dewasa pada flamingo tidaklah cepat. Mereka baru matang secara seksual di usia tiga sampai lima tahun. Warna bulu dewasa yang sempurna juga baru muncul sekitar usia empat tahun. Namun, kesabaran itu terbayar dengan umur yang panjang. Di alam liar, mereka bisa hidup 30-40 tahun. Bahkan di penangkaran, ada individu yang tercatat hidup hingga lebih dari 60 tahun, ada yang mencapai 80 tahun.
Meski status konservasinya "Risiko Rendah", ancaman terhadap flamingo besar tetap nyata. Kerusakan lahan basah, polusi air, dan gangguan manusia di lokasi berkembang biak adalah masalah serius. Studi jangka panjang di tempat seperti Camargue, Prancis, menunjukkan bahwa upaya konservasi berbasis sains sangat krusial untuk menjaga populasi mereka tetap stabil. Tanpa habitat yang sehat, keanggunan burung satu kaki ini perlahan-lahan bisa saja menghilang.
Artikel Terkait
Matahari, Sang Sutradara di Balik Panggung Cuaca
Sisa Kuota Simpati Tak Lagi Hangus, Bisa Ditabung untuk Bulan Depan
Bulan di Ambang Ledakan: Antara Risiko Bencana dan Anugerah Ilmiah
Apple Gandeng Google, Siri Baru Bakal Pakai Mesin Cerdas Gemini