137 Ton Sampah Berhasil Dipindahkan dari Muara Baru dalam Tiga Hari

- Senin, 19 Januari 2026 | 13:50 WIB
137 Ton Sampah Berhasil Dipindahkan dari Muara Baru dalam Tiga Hari

Gunungan sampah di perairan Muara Baru, Jakarta Utara, akhirnya mulai diangkut. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melaporkan, sejak Jumat lalu, mereka sudah memindahkan 137 ton sampah dari kawasan pesisir itu. Kerja bakti besar-besaran ini melibatkan ratusan petugas dan berbagai macam armada.

Menurut Asep Kuswanto, kepala DLH DKI, angka itu terkumpul dari tiga hari kerja intensif. Hari pertama, petugas mengangkut 35 ton. Lalu, bertambah 25 ton di hari berikutnya. Yang mengejutkan, pada hari ketiga tepatnya Minggu angkanya melonjak drastis menjadi 77 ton.

"Pada hari ketiga, kami memperkuat penanganan dengan mengerahkan 100 petugas kebersihan, 12 unit ponton, tujuh unit truk sampah tipe kecil, enam unit truk tipe besar, dua unit excavator, serta dua unit perahu karet," jelas Asep, Senin (19/1/2026).

Ia menambahkan, operasi ini juga didukung berbagai alat bantu seperti APD, serokan, cangkrang, dan kontainer untuk mempercepat kerja.

Untuk mengatasi sampah yang mudah hanyut, DLH memasang sekatan khusus. Materialnya campuran HDPE dan bambu. Fungsinya sederhana: menjebak sampah agar tidak menyebar ke laut lepas, sekaligus memudahkan petugas mengumpulkan dan memuatnya ke truk.

"Ke depan, kami akan memperkuat sekatan secara lebih permanen di seluruh zona serta menyiapkan armada cadangan, terutama saat hujan," lanjut Asep.

Targetnya, kawasan Muara Baru bisa steril dalam lima hari. Total sampah yang diangkut sejak awal diperkirakan bakal tembus 200 ton lebih.

Asep tak lupa mengingatkan. Ia berharap semua pihak ikut menjaga kebersihan, dan stop buang sampah sembarangan ke sungai atau laut. Sampah yang masuk ke perairan, selain merusak ekosistem, juga menyulitkan penanganan dan berpotensi memicu masalah lain.

"Menjaga kebersihan perairan adalah tanggung jawab bersama. Partisipasi masyarakat sangat menentukan keberlanjutan lingkungan pesisir Jakarta," tegasnya.

Persoalan sampah di Muara Baru ini sebelumnya sudah ramai di media sosial. Sebuah rekaman di Instagram pada Sabtu lalu memperlihatkan pemandangan yang memprihatinkan: tumpukan sampah mengapung di perairan sekitar tanggul. Warnanya cokelat, isinya beragam dari plastik hingga kayu dan menggenang terkonsentrasi di satu titik.

Lokasi itu tak jauh dari permukiman warga. Melihat viralnya isu ini, Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, langsung turun ke lapangan untuk mengecek.

"Hasil pengecekan menunjukkan lokasi tersebut merupakan danau yang terbentuk akibat pembangunan tanggul NCICD dan saat ini masih dalam proses sertifikasi oleh BPAD," kata Hendra, Sabtu (17/1).

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar