Suasana haru dan amarah menyelimuti Desa Pengkol, Karanggede, Boyolali. Sebuah perampokan dengan kekejaman yang sulit dicerna akal sehat telah mengguncang ketenangan kawasan itu. Korban seorang bocah lima tahun meregang nyawa, sementara sang ibu masih berjuang antara hidup dan mati di rumah sakit. Peristiwa ini, tentu saja, membuat warga setempat bergidik ngeri.
Polisi kini tengah berpacu dengan waktu. Jajaran Satreskrim Polres Boyolali dikabarkan sedang menggelar penyelidikan mendalam, mengejar pelaku yang masih buron. Sejumlah barang bukti dari TKP telah diamankan. Mereka berharap petunjuk dari sana bisa mengantarkan pada identitas dan lokasi persembunyian para pelaku keji ini.
Di sisi lain, keluarga korban tak kuasa menahan kesedihan sekaligus kemarahan. Prosesi pemakaman bocah malang itu, Jumat siang (30/1/2026), diwarnai isak tangis yang menyayat. Ratusan warga turut mengantarkan jenazah si kecil ke TPU desa, sebuah bentuk solidaritas di tengah duka yang mendalam.
Ada satu momen yang paling mengharukan. Sang ayah, yang baru tiba dari perantauan di Kalimantan, langsung jatuh pingsan di lokasi. Dia tak kuat menahan beban kehilangan anak bungsunya yang begitu tragis. Jenazah sebenarnya sudah disemayamkan sejak Kamis malam. Namun, pemakaman sengaja ditunda, menunggu sang kepala keluarga yang bergegas pulang setelah mendengar kabar buruk itu.
Wahyudi, salah seorang kerabat, dengan suara bergetar menyampaikan tuntutan keluarga.
"Kami minta polisi mengusut tuntas. Pelakunya harus dihukum seberat-beratnya. Setimpal dengan perbuatan mereka yang sama sekali tidak punya peri kemanusiaan," ujarnya tegas.
Sementara itu, kondisi ibu korban masih sangat memprihatinkan. Perempuan malang itu kini terbaring di RSUD Simo, Boyolali, menjalani perawatan intensif. Lehernya terluka parah oleh senjata tajam pelaku. Tim dokter masih memantau kondisinya dengan ketat, berupaya menyelamatkan nyawanya.
Aksi brutal ini bukan sekadar perampokan biasa. Ini adalah tindakan biadab yang meninggalkan luka mendalam bagi sebuah keluarga dan seluruh komunitas di Desa Pengkol. Kini, semua mata tertuju pada upaya polisi. Masyarakat menunggu, sekaligus berharap, keadilan segera ditegakkan.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu