Tembakan dari militer Israel kembali memakan korban jiwa di Lebanon. Dua orang dilaporkan tewas dalam insiden yang terjadi di tengah masa gencatan senjata yang masih rapuh antara Israel dan Hizbullah, kelompok yang didukung Iran. Peristiwa ini menjadi yang pertama dalam beberapa hari terakhir dan langsung memicu kecaman keras.
Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa kedua pria tersebut tewas ketika tentara Israel melepaskan tembakan senapan mesin ke arah mereka. Saat itu, para korban tengah berdiri di dekat sebuah ekskavator yang sedang membuka blokade jalan di daerah Nabatieh al-Fawqa. Kementerian Kesehatan Lebanon kemudian mengonfirmasi jumlah korban jiwa dalam insiden tersebut.
Hizbullah mengecam tindakan Israel sebagai pelanggaran gencatan senjata yang terang-terangan dan menyebutnya sebagai serangan pengkhianatan. Kecaman ini muncul di tengah situasi politik yang semakin panas, terutama setelah Presiden Lebanon Joseph Aoun secara terbuka menolak pendudukan Israel di Lebanon selatan. Ia juga menolak campur tangan asing dalam urusan dalam negeri Lebanon sebuah pernyataan yang ditafsirkan sebagai sindiran terhadap Iran.
Insiden mematikan ini terjadi saat putaran kelima pembicaraan antara Israel dan Lebanon tengah berlangsung di Washington. Di saat yang sama, upaya diplomasi regional juga terus bergerak. Pada Senin (22/6), mediator dari Pakistan dan Qatar mengumumkan bahwa Teheran dan Washington telah sepakat untuk membentuk sebuah mekanisme bernama "sel de-konflik". Tujuannya adalah untuk membatasi peningkatan ketegangan di Lebanon, menyusul pembicaraan di Swiss yang membahas penghentian perang Timur Tengah yang lebih luas. Teheran sendiri diketahui mengaitkan penghentian konflik di kawasan itu dengan penyelesaian konflik paralel yang terjadi di Lebanon.
Artikel Terkait
Warga Jakarta Bergerak dari Bawah Atasi Polusi Udara Lewat Inisiatif Komunitas
Polisi Tangkap Pria di Bandung yang Diduga Sekap dan Aniaya Pacar Selama Tiga Tahun
Polisi Tangkap Pria di Bandung yang Aniaya dan Sekap Kekasih Selama Tiga Tahun
Pertamina Serahkan 25 Motor Baru ke Mitra Ojol Lewat Program Undian MyPertamina