Es Legen di Pantura Berujung Mencekam: Rp 140 Juta Raib Digasak Maling

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 02:10 WIB
Es Legen di Pantura Berujung Mencekam: Rp 140 Juta Raib Digasak Maling

Jalan Raya Pantura di Situbondo, Jawa Timur, biasanya ramai dengan lalu lalang kendaraan. Tapi siang itu, suasana berubah mencekam. Sebuah aksi perampokan berlangsung dengan modus yang cukup berani: pecah kaca mobil. Hasilnya? Uang tunai Rp 140 juta lenyap begitu saja.

Kapolsek Arjasa, AKP Abdullah, membenarkan kejadian tersebut. Lokasinya tepat di jalan nasional yang melintasi Desa Lamongan, Arjasa.

"Benar. Kejadiannya tadi di jalan nasional Desa Lamongan," ujarnya kepada awak media pada Jumat (30/1).

Korban bernama Ahmad Dullah, seorang warga Desa Sumberejo, Banyuputih yang berusia 49 tahun. Menurut penjelasan polisi, semuanya berawal dari sebuah transaksi di bank. Dullah baru saja mengambil uang tunai dalam jumlah besar, Rp 140 juta, lalu menaruhnya di dalam mobil Toyota Innova yang dikemudikannya. Dengan perasaan lega, ia pun mulai berkendara pulang.

Namun begitu, di tengah perjalanan, ia memutuskan untuk mampir. Cuaca yang terik membuatnya ingin membeli es legen di sebuah warung yang terletak di pinggir Pantura. Kawasan itu sepi, dikelilingi hutan jati milik Perhutani.

Momen itulah yang dimanfaatkan pelaku. Saat Dullah dan seorang saksi sudah turun dan masuk ke dalam warung, tiba-tiba alarm mobilnya berbunyi nyaring.

Spontan, ia berlari menghampiri kendaraannya. Tapi sudah terlambat. Dari kejauhan, terlihat dua orang lelaki sedang kabur. Mereka membawa tas berwarna cokelat tas yang berisi seluruh uang tadi. Aksi mereka cepat dan tampaknya sudah direncanakan. Kaca mobil yang pecah menjadi bukti kekerasan yang mereka lakukan.

Hingga kini, polisi masih mengejar kedua pelaku yang kabur membawa uang ratusan juta tersebut. Warga setempat pun diimbau untuk lebih waspada, terutama setelah melakukan penarikan uang dalam jumlah besar.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler