Namun begitu, rapat pleno malam ini punya nuansa berbeda. Sebelum masuk ke pembahasan inti, acara diawali dengan doa bersama dan penggalangan dana. Tujuannya jelas: untuk korban banjir di Sumatera.
Menurut Moh Mukri, Ketua PBNU Bidang Pendidikan, langkah ini adalah bentuk keprihatinan dan solidaritas organisasi. "Doa bersama dan donasi ini adalah upaya PBNU untuk turut mendoakan agar bencana di Sumatera segera tertangani," ujarnya.
Dia melanjutkan, harapannya santunan yang diberikan bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara yang terdampak.
Jadi, selain urusan internal organisasi, nuansa kepedulian sosial benar-benar terasa. Rapat pleno yang digelar malam itu seolah ingin menegaskan, kerja-kerja kebangsaan dan keumatan harus berjalan beriringan.
Artikel Terkait
Abu Janda Diperintahkan Keluar Studio Usai Debat Sengit Soal Palestina
Polda Bali Luncurkan Website dan Command Center Cakrawasi untuk Awasi Warga Asing
Kakorlantas Ancam Tindak Tegas Truk Over Dimensi Selama Operasi Ketupat
Pemerintah Ingatkan Kolaborasi Daerah Kunci Cegah Ulangan Krisis Polusi Jakarta 2023