Asap masih mengepul tipis saat tim forensik Polri tiba di gedung Terra Drone di Cempaka Putih. Mereka langsung memulai olah TKP, menyisir setiap sudut ruangan yang hangus terbakar. Tujuannya jelas: mencari tahu apa yang sebenarnya memicu bencana pagi ini.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, mengonfirmasi hal itu di depan para wartawan yang sudah menunggu.
"Tim Labfor sudah turun tangan," ujarnya, sambil menunjuk ke arah gedung. "Mereka sedang bekerja di dalam untuk mengungkap penyebab kebakarannya."
Dari keterangan sementara sejumlah saksi, titik awal malapetaka ini diduga berasal dari baterai drone. Tapi Susatyo menekankan, itu baru dugaan awal. Semuanya masih harus dibuktikan dengan pemeriksaan ilmiah yang lebih detail.
"Memang dari info yang kami kumpulkan, ada indikasi baterai drone yang terbakar duluan. Tapi kenapa bisa terbakar? Itu yang sedang ditelusuri tim kami. Kita kasih mereka waktu untuk bekerja dengan teliti," jelasnya.
Di sisi lain, kabar duka terus berembus. Korban jiwa dari insiden mengerikan ini jauh lebih besar dari yang sempat dibayangkan.
Kepala Gulkarmat DKI, Bayu Megantara, dengan wajah lelah menyebut angkanya: dua puluh dua orang. Lima belas di antaranya perempuan, dan tujuh laki-laki. Sebuah angka yang terasa sangat berat.
Kebakaran sendiri pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul setengah satu siang. Hanya berselang tujuh menit, pasukan damkar sudah bergerak cepat ke lokasi. Tapi api, rupanya, sudah terlanjur membesar dengan dahsyatnya.
Artikel Terkait
Telkomsel Luncurkan Solusi AdTech untuk Tingkatkan Efektivitas Iklan Digital
Pemprov DKI Siapkan Rp100 Miliar untuk LPDP Khusus Jakarta, Bangun 11 Rusun pada 2027
Restrukturisasi Keuangan Whoosh Jadi Syarat Perpanjangan Jalur ke Surabaya
Trump Ancam Tarif Impor 100 Persen ke Eropa, Perang Dagang Mengintai