Dembele Cetak Hat-trick, Prancis Hajar Norwegia 4-1 di Piala Dunia 2026

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:45 WIB
Dembele Cetak Hat-trick, Prancis Hajar Norwegia 4-1 di Piala Dunia 2026

Ousmane Dembele menjadi bintang dalam kemenangan telak Prancis atas Norwegia dengan skor 4-1 pada laga lanjutan babak penyisihan Grup I Piala Dunia 2026 di Boston, Jumat (26/6) waktu setempat. Penyerang sayap Paris Saint-Germain itu mencetak hat-trick yang seluruhnya terjadi di babak pertama, memastikan Les Bleus menguasai penuh jalannya pertandingan sejak menit awal.

Prancis langsung tampil agresif. Kylian Mbappe nyaris membuka keunggulan pada detik ke-21 ketika tendangannya masih membentur mistar gawang Norwegia. Namun, kebuntuan hanya bertahan hingga menit ketujuh. Dembele menerima umpan dari Mbappe dan melepaskan tembakan kaki kanan keras yang tak mampu dijangkau kiper Egil Selvik.

Gol kedua lahir pada menit ke-20. Dembele kembali menunjukkan ketajamannya dengan tendangan kaki kiri di tengah kawalan tiga pemain bertahan lawan. Ia kemudian melengkapi hat-trick-nya pada menit ke-32 melalui sepakan melengkung yang melewati empat bek Norwegia sekaligus. Babak pertama ditutup dengan keunggulan 3-0 untuk Prancis.

Norwegia sempat memberi kejutan di awal babak kedua. Hanya 14 detik setelah kick-off, Thelo Aasgaard mencetak gol yang memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1. Kesempatan emas untuk mendekat kembali datang pada menit ke-49 ketika wasit memberikan penalti setelah Theo Hernandez melanggar Oscar Bobb. Namun, eksekusi Jorgen Strand Larsen berhasil ditepis kiper Prancis, Mike Maignan. Gol penutup Prancis lahir di masa injury time melalui pemain pengganti, Desire Doue.

Keputusan mengejutkan diambil oleh pelatih Norwegia, Stale Solbakken, yang memilih mengistirahatkan sepuluh pemain utama, termasuk Erling Haaland dan Martin Odegaard. Langkah ini memicu protes dari penonton di stadion yang kecewa karena tak bisa menyaksikan duel antara Haaland dan Mbappe.

Solbakken menjelaskan bahwa keputusan itu diambil demi menjaga kebugaran skuadnya setelah mengevaluasi pertandingan sebelumnya melawan Senegal. “Kami melakukan evaluasi setelah pertandingan melawan Senegal (pada Senin). Lima atau enam pemain sangat terpengaruh setelah 80 menit bermain. Seluruh lini belakang dan beberapa gelandang sangat terdampak,” ujarnya.

Jadwal pertandingan yang padat juga menjadi pertimbangan utama. “Kami juga tahu bahwa dari pertandingan melawan Senegal, Norwegia memiliki jeda waktu terpendek untuk bermain lagi hari ini,” tambah Solbakken. Ia menegaskan tidak menyesali keputusan tersebut demi ambisi jangka panjang tim di turnamen ini.

“Kami bisa saja bermain cukup baik hari ini, tapi kami ingin menang. Situasinya adalah apakah kami bisa menang dengan mempertimbangkan kondisi dan kesiapan untuk pertandingan berikutnya,” kata Solbakken. Keputusan itu juga didasarkan pada rekomendasi tim medis yang memeriksa langsung kondisi fisik para pemain. “Itu adalah keputusan yang mudah bagi saya, juga dari fisioterapis, tim medis, dan beberapa pemain sendiri. Mereka semua mengatakan akan sulit bagi banyak dari mereka untuk bermain.”

Solbakken mengaku tetap memikirkan perasaan suporter yang hadir langsung di stadion. “Mereka pasti ingin melihat Erling dan Martin, tapi kami tidak butuh waktu lama untuk memutuskan ini.” Namun, ia menegaskan bahwa kedua pemain bintang itu sepenuhnya mendukung strategi tim. “Erling dan Martin adalah pemain tim. Mereka tahu apa yang terbaik untuk tim. Para penggemar ingin melihat mereka, tapi mudah-mudahan kami bisa memberi mereka beberapa malam musim panas yang indah dalam beberapa pekan ke depan.”

Menurut Solbakken, keberhasilan melaju ke fase gugur adalah hadiah terbaik bagi para pendukung. “Kami telah memberi para penggemar beberapa kemenangan dan kesempatan untuk menonton lebih banyak pertandingan. Itulah tujuan kami di sini.” Norwegia dipastikan finis sebagai runner-up Grup I dan akan menghadapi Pantai Gading di babak 32 besar. “Kami bukan negara naif yang datang ke sini hanya untuk bersenang-senang. Kami ingin bertahan selama mungkin. Jadi, itu adalah keputusan yang mudah.”

Di sisi lain, bek kiri Norwegia yang menjalani debut Piala Dunia, Fredrik Andre Bjorkan, mengakui ketangguhan lini serang Prancis, terutama dalam mengawal pergerakan Dembele. “Sangat sulit menghadapi Dembele. Jika Anda memberinya terlalu banyak ruang dan waktu, dia akan menghukum Anda,” ujarnya. Bjorkan mengungkapkan kekecewaannya karena tidak mampu memberikan perlawanan yang lebih ketat. “Itulah yang terjadi hari ini. Saya sedikit kecewa karena tidak bisa mendekatinya dan mengganggunya lebih banyak. Saya ingin membuatnya lebih kesulitan.”

Ia pun memberikan pujian atas performa kelas dunia yang ditunjukkan Dembele. “Hal-hal yang dia lakukan luar biasa. Anda harus memberi selamat padanya. Tapi sebagai bek, Anda selalu memikirkan cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk menghentikannya. Saya pikir saya seharusnya bisa sedikit lebih dekat dengannya, memperlambatnya sedikit lebih awal dalam situasi di mana dia mencetak gol.”

Mengenai lini depan Prancis secara keseluruhan, Solbakken memberikan pujian tinggi. “Jauh yang terbaik,” katanya singkat.

Sementara itu, asisten pelatih Prancis, Guy Stephan, memberikan tanggapan terkait kritik yang sempat menerpa Dembele sebelum pertandingan, termasuk ulasan dari legenda Prancis, Bixente Lizarazu. Stephan menegaskan bahwa Dembele tetap fokus dan selalu mendengarkan setiap masukan dengan bijak. “Ousmane adalah manusia. Seperti manusia lainnya, dia bisa mendengar kritik saat itu datang.”

Stephan juga menambahkan bahwa fleksibilitas taktik yang diterapkan tim pelatih berhasil menyatukan para pemain bintang di lini depan Prancis. “Pemain level tinggi bisa bermain bersama. Tidak ada masalah soal bintang atau bukan bintang. Itu pendapat pribadi saya. Ketika dua, tiga, empat pemain merasakan jenis sepak bola yang sama, itu lebih menguntungkan bagi tim.”

Perubahan posisi antara Michael Olise dan Dembele dinilai menjadi kunci utama yang membuka ruang gerak bagi sang pencetak hat-trick. “Tidak ada yang selalu di kanan dan yang lain selalu di tengah,” jelas Stephan. Strategi ofensif yang dinamis ini membuat para pemain bebas bertukar posisi di lini depan sepanjang laga. “Kadang Michael akan berada di kanan, tapi itu tidak berarti dia tidak pernah di tengah. Begitu pula dengan Ousmane. Ini adalah organisasi yang tidak selalu dalam posisi tetap. Begitu juga dengan Kylian.”

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags