Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengancam akan memberlakukan tarif impor 100 persen terhadap negara-negara Uni Eropa. Langkah ini dipicu oleh kebijakan pajak layanan digital yang diterapkan sejumlah negara anggota UE, yang dinilai merugikan perusahaan teknologi AS.
Ancaman tersebut berpotensi membatalkan kesepakatan dagang bilateral yang telah ada dan memicu eskalasi perang dagang antara dua blok ekonomi terbesar di dunia. Ini bukan pertama kalinya Trump mengeluarkan ancaman serupa; sebelumnya ia juga menekan Prancis terkait pajak layanan digital sebesar 3 persen yang berlaku sejak 2019.
Pajak tersebut menyasar raksasa teknologi AS seperti Facebook, Amazon, Apple, dan Alphabet. Pemerintah AS menilai kebijakan itu sebagai hambatan ekspor yang merugikan kepentingan bisnis perusahaan-perusahaan mereka yang mendominasi pasar digital global.
Juru Bicara Komisi Eropa menyatakan bahwa UE akan merespons ancaman tersebut secara cepat dan tegas. "Kami akan melindungi hak-hak serta otonomi dalam menetapkan regulasi," ujarnya.
Elektrifikasi KRL Green Line Ditargetkan Rampung 2027
Di sisi lain, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan mempercepat proyek elektrifikasi KRL Green Line lintas Tanah Abang-Rangkasbitung dengan target selesai pada 2027. Langkah ini diambil untuk mengatasi kepadatan yang sangat tinggi di jalur tersebut.
Data menunjukkan tingkat okupansi Green Line mencapai 161 persen pada jam sibuk, jauh melampaui Blue Line (140 persen) dan Red Line (130 persen). Kepadatan setara delapan orang per meter persegi ini mencerminkan urgensi peningkatan kapasitas layanan KRL yang saat ini melayani sekitar 1,3 juta penumpang per hari.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa peningkatan kapasitas akan dilakukan melalui elektrifikasi jalur dan penggantian rangkaian kereta menjadi 12 gerbong yang lebih besar, serupa dengan yang beroperasi di Blue Line. "Kami menargetkan proyek ini rampung pada 2027," katanya.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono menambahkan bahwa koordinasi intensif dengan PT KAI, PLN, dan Danantara telah dilakukan untuk segera memulai pembangunan gardu listrik baru di sepanjang jalur. Proyek ini diharapkan dapat mengantisipasi lonjakan penumpang KRL Jabodetabek yang diperkirakan mencapai sedikitnya 1,4 juta penumpang per hari pada 2030.
Artikel Terkait
Telkomsel Luncurkan Solusi AdTech untuk Tingkatkan Efektivitas Iklan Digital
Pemprov DKI Siapkan Rp100 Miliar untuk LPDP Khusus Jakarta, Bangun 11 Rusun pada 2027
Restrukturisasi Keuangan Whoosh Jadi Syarat Perpanjangan Jalur ke Surabaya
Ciputra Development Targetkan Marketing Sales Rp9,5 Triliun pada 2026