Seorang karyawan hotel di sana mengonfirmasi kekacauan itu.
“Ada beberapa korban luka,” katanya kepada NHK, menggambarkan situasi saat itu.
Sementara itu, seorang reporter NHK yang berada di Hokkaido menggambarkan pengalaman yang mencekam. Guncangan horizontal berlangsung hampir setengah menit, cukup kuat hingga membuatnya kesulitan untuk sekadar berdiri tegak. Di Sapporo, alarm darurat di ponsel warga berbunyi bersahutan, menambah suasana mencekam di malam hari.
Peringatan Tsunami Diakhiri
Namun begitu, ketegangan berangsur mereda. Pada Selasa dini hari, pihak berwenang memutuskan untuk mengakhiri peringatan tsunami tersebut. Pengamatan menunjukkan bahwa beberapa gelombang yang terekam memang ada yang mencapai 70 sentimeter, tetapi ancaman besar telah berlalu.
Jepang sekali lagi menunjukkan ketangguhannya menghadapi bencana. Sistem peringatan dini bekerja cepat, evakuasi berjalan, dan warga tetap waspada. Malam yang menegangkan itu akhirnya berakhir dengan napas lega, meski jejak guncangan masih tersisa.
Artikel Terkait
Pemimpin Tertinggi Iran Klaim AS dan Israel Alami Kekalahan di Pesan Nowruz
Semarang Tawarkan Oase Kopi dengan 50 Varian untuk Pemudik Lelah
Conte: Posisi Kedua Napoli di Tengah Krisis adalah Pencapaian Luar Biasa
Remaja Cianjur Diamankan Saat Takbiran Keliling Bawa Miras Oplosan