"Kami dapat instruksi langsung dari bu Kadis untuk segera memasang tanggul pasir sepanjang pagar itu. Panjang pastinya masih kami hitung, soalnya areanya luas banget,"
ungkap Pendi. Nah, penanganan di sini agak berbeda. Karena wilayahnya berada di bawah Pelindo, pembangunan tanggul permanen tak bisa dilakukan sembarangan. Opsi yang diambil adalah tanggul pasir sementara fleksibel, dan bisa disesuaikan dengan dinamika lapangan.
Lokasi terakhir yang dikunjungi adalah kawasan Pengedokan Mandala Bahari. Kondisi di sini disebut-sebut lebih pelik. Limpasan air datang dari area pergudangan yang berbatasan langsung dengan laut. Yang bikin rumit, banyak bangunan warga yang berdiri hampir menyentuh garis air. Jaraknya sangat mepet, sehingga risiko banjir rob jadi lebih tinggi.
Dari tiga lokasi itu, terlihat jelas bahwa tekanan air laut ke daratan masih jadi tantangan serius. Penanganan darurat dengan karung dan tanggul pasir mungkin bisa meredam sementara, tapi persoalan infrastruktur yang menua dan tata ruang yang berdesakan dengan laut jelas butuh solusi yang lebih mendasar.
Artikel Terkait
Banjir Dua Meter Rendam Pela Mampang, Brimob Evakuasi Warga
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Perairan dekat Sinabang, Tidak Berpotensi Tsunami
Anak Temukan Jasad Ibu Tinggal Tulang Belulang Saat Bersihkan Rumah di Depok
Pemerintah Tetapkan Aturan dan Besaran THR Lebaran 2026 untuk Pekerja Swasta