Daerah yang dimaksud adalah Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, serta sebagian wilayah Bireuen. "Itu yang paling kita sesali lah. Tapi apa boleh buat itu bencana alam. Setiap bencana ada hikmahnya," lanjut Ketua Umum Partai Aceh itu, mencoba melihat sisi lain dari musibah.
Gambaran kehancurannya sungguh memilukan. Banyak rumah warga yang rata dengan tanah, hilang tanpa bekas. Namun dari semua itu, Aceh Tamiang disebut-sebut mengalami kondisi terparah.
"Aceh Tamiang hancur habis," tegas Mualem.
Ia menggambarkan, kerusakan terjadi dari hulu hingga hilir. "Atas sampai bawah sampai jalan sampai ke laut habis semuanya. Yang paling terpuruk adalah Aceh Tamiang."
Artikel Terkait
1.126 Personel Gabungan Turun, Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 Resmi Dimulai
Andre Rosiade Tinjau Huntara di Guguak Malalo, Soroti Lahan Pertanian yang Masih Tertimbun
Golkar Tolak Usulan Penghapusan Parliamentary Threshold, Sebut Kunci Penyelamat Pemerintahan
Rencana Gelap Epstein: Incar Aset Libya yang Membeku dengan Bantuan Intelijen