Rencana Gelap Epstein: Incar Aset Libya yang Membeku dengan Bantuan Intelijen

- Senin, 02 Februari 2026 | 08:50 WIB
Rencana Gelap Epstein: Incar Aset Libya yang Membeku dengan Bantuan Intelijen

Dokumen baru yang dibuka Departemen Kehakiman AS pada akhir Januari lalu mengungkap rencana yang cukup mengerikan. Salah satu rekan dekat Jeffrey Epstein pengusaha AS yang juga terpidana kejahatan seksual ternyata pernah berencana mengincar aset Libya yang dibekukan. Yang menarik, Epstein disebut akan melibatkan mantan agen intelijen Inggris dan Israel untuk menjalankan skema ini.

Email itu sendiri dikirim ke Epstein pada Juli 2011. Waktu itu, situasi di Libya sedang kacau balau. Pemberontakan yang didukung NATO terhadap Muammar Gaddafi sudah berjalan beberapa bulan, dan sang pemimpin akhirnya tewas dibunuh pemberontak pada Oktober di tahun yang sama. Dalam kondisi politik yang tak menentu itulah, peluang finansial ini dianggap terbuka lebar.

Menurut dokumen yang dilansir Aljazeera, ada sekitar 80 miliar dana Libya yang membeku di berbagai negara. Sekitar 32,4 miliar di antaranya tersangkut di AS. Tapi angka itu mungkin hanya puncak gunung es.

Bayangkan saja. Jika mereka bisa mengidentifikasi atau mengambil alih 5 sampai 10 persen dari uang itu, lalu mengambil komisi 10 hingga 25 persen, nilainya bisa mencapai miliaran dolar. Jumlah yang menggiurkan, bukan main.


Halaman:

Komentar