Nah, untuk mewujudkannya, pengirim email menyebut sudah ada kontak dengan beberapa mantan anggota MI6 dan Mossad. Mereka diklaim siap membantu “memulihkan” aset-aset yang dianggap curian itu.
Di sisi lain, email itu juga melihat peluang jangka panjang. Libya diprediksi butuh setidaknya 100 miliar dolar untuk membangun kembali negaranya pasca-konflik.
Libya dilihat sebagai ladang yang subur. Negara dengan cadangan energi besar dan tingkat melek huruf yang tinggi faktor yang dianggap mendukung rencana hukum dan keuangan mereka. Beberapa firma hukum internasional pun disebut sudah diajak bicara, dengan skema bayaran berdasarkan hasil yang dicapai.
Semua ini, tentu saja, masih sebatas rencana di atas kertas atau lebih tepatnya, di dalam surel. Tapi dokumen ini memberi gambaran nyata tentang jaringan dan ambisi yang dibangun di sekitar Epstein, jauh setelah kasusnya sendiri menjadi headline global.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka