Dari kompleks Kantor Gubernur DI Yogyakarta, Senin (8/12) lalu, sejumlah kardus berisi bantuan obat-obatan mulai dimuat. Bantuan seberat 842 kilogram itu dikirimkan Pemda DIY untuk korban bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Tujuannya Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, yang hadir langsung menyerahkan kiriman tersebut kepada pihak jasa pengiriman. Rencananya, pengiriman akan memakan waktu 5 hingga 7 hari via jalur darat.
“Kami di Jogja ikut mendoakan. Semua agar lebih tabah lagi, kita sama-sama berdoa karena ini ujian untuk semua,”
ujar Paku Alam X usai acara penyerahan. Ada harapan dan solidaritas yang kuat dalam pernyataan singkatnya itu.
Gregorius Anung Trihadi, Kepala Dinkes DIY, membeberkan rincian bantuan. Isinya obat-obatan esensial yang benar-benar dibutuhkan di lokasi bencana. Mulai dari masker, penurun panas, pereda nyeri, sampai obat gatal, obat batuk, dan multivitamin. Menurut Anung, nilai totalnya sekitar Rp 96 juta.
Yang menarik, dia menegaskan bahwa stok obat di Yogyakarta sendiri takkan terganggu. “Yang kami berikan adalah buffer stock yang memang aman untuk diberikan,” jelasnya. Jadi, bantuan ini benar-benar diambil dari cadangan yang memang disiapkan untuk situasi darurat semacam ini.
Lalu, bagaimana cara bantuan itu disalurkan? Rencananya, kiriman akan diteruskan ke Dinas Kesehatan provinsi masing-masing di Sumatra. Logikanya, dinas setempat lah yang paling paham kondisi lapangan dan daerah mana yang paling membutuhkan.
“Bantuan itu nanti masuk ke Dinas Kesehatan Provinsi. Nah, Dinas Kesehatan Provinsi yang paling tahu daerah yang terdampak,” kata Anung menerangkan mekanismenya.
Tak cuma barang, dukungan tenaga juga disiapkan. Dinkes DIY mengaku punya medical emergency team dan tim cadangan kesehatan yang siap diberangkatkan jika diperlukan. Namun begitu, semuanya masih menunggu arahan dan koordinasi lebih lanjut dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan.
Upaya ini sekaligus menunjukkan, meski secara geografis berjauhan, rasa kepedulian antar daerah di Indonesia tetap hidup. Bantuan dari Yogyakarta itu diharapkan bisa meringankan beban saudara-saudara di Sumatra yang sedang berjuang.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Anjlok Rp35.000 per Gram dalam Sehari, Buyback Ikut Terkoreksi
Polisi Periksa Tiga Terduga Pelaku Pengeroyokan Imam Masjid di Palopo
Everton Vs Manchester City 3-3: Drama Enam Gol, Doku Selamatkan The Citizens di Menit Akhir
Truk Tangki Modifikasi Muat 5 Ton Solar Terguling, Puluhan Kecelakaan Beruntun di Bangkalan