Harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mengalami penyesuaian, mencakup jaringan milik Pertamina, Vivo Energy, dan BP. Kenaikan ini terpantau terjadi secara serempak pada awal bulan, dengan besaran yang bervariasi antardaerah.
Berdasarkan informasi resmi Pertamina, sejumlah produk non-subsidi mencatat kenaikan signifikan. Pertamax Turbo naik dari Rp19.400 menjadi Rp19.900 per liter, sementara Dexlite melonjak dari Rp23.600 menjadi Rp26.000 per liter. Adapun Pertamina Dex tercatat naik dari Rp23.900 menjadi Rp27.900 per liter. Penyesuaian ini tidak hanya berlaku di Jakarta, melainkan juga di berbagai provinsi lain dengan besaran yang berbeda-beda.
Di sisi lain, Pertamina memastikan bahwa beberapa jenis BBM lainnya tidak mengalami perubahan harga. Pertamax dengan RON 92 masih dijual Rp12.300 per liter, dan Pertamax Green tetap di level Rp12.900 per liter. Untuk BBM subsidi, harga juga tidak bergerak: Pertalite masih dipatok Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap di angka Rp6.800 per liter.
Sementara itu, SPBU swasta Vivo Energy juga melakukan penyesuaian harga sejak awal Mei. BBM Diesel Primus mengalami kenaikan menjadi Rp30.890 per liter, namun untuk Revvo 92 masih dibanderol Rp12.390 per liter. Hal serupa terjadi di SPBU BP, di mana berdasarkan penyesuaian harga awal bulan, BP 92 dijual seharga Rp12.390 per liter dan BP Ultimate Diesel berada di level Rp30.890 per liter.
Berikut rincian harga BBM terbaru per hari ini: Pertamina menetapkan Pertalite Rp10.000 per liter, Biosolar subsidi Rp6.800 per liter, Pertamax Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo Rp19.900 per liter, Pertamax Green Rp12.900 per liter, Dexlite Rp26.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp27.900 per liter. Vivo Energy membanderol Revvo 92 seharga Rp12.390 per liter dan Diesel Primus Rp30.890 per liter. Adapun BP menjual BP 92 seharga Rp12.390 per liter serta BP Ultimate Diesel Rp30.890 per liter.
Artikel Terkait
Menperin dan Menkeu Bahas Insentif Manufaktur hingga Kendaraan Listrik untuk Perkuat Ekonomi Nasional
Menko Airlangga: Fundamental Ekonomi Indonesia Solid di Tengah Ketidakpastian Global
Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I 2026 Tembus 5,61 Persen, Tertinggi di Atas Capaian Tahun Lalu
Indonesia Hentikan Impor Beras untuk Konsumsi Umum, Klaim Capai Swasembada