Dia lalu bercerita tentang pengalaman pribadinya, menggambarkan betapa rapuhnya kondisi alam di beberapa daerah. Rasa was-was itu bahkan kerap menghantui. "Saya miris, pak. Jangankan yang di Sumatera, kami yang duduk di ruangan ini kadang takut waktu lewat Puncak. Takut ada tanah longsor, atau jalan tiba-tiba putus seperti di Aceh," ujarnya.
Nah, terkait Aceh dan daerah lain yang baru saja dilanda bencana, Firman melihatnya sebagai alarm peringatan keras. Semua pihak harus fokus pada penyelamatan lingkungan. Yang dia sesalkan, di tengah situasi krisis seperti sekarang, masih saja ada aktivitas pengangkutan kayu meski punya izin resmi.
"Dalam situasi bencana sedemikian rupa, masih ada yang mengangkut kayu. Saya minta kepada pak menteri untuk menindak tegas. Kalau perlu, cabut izinnya," tegas Firman.
Dia menambahkan dengan nada kesal, "Itu sense of crisis-nya nol. Bisa dibilang, itu pelecehan kepada negara dan tentu saja kepada rakyat yang sedang berduka di Sumbar, Sumut, dan Aceh."
Artikel Terkait
All In Rp 225 Juta: Tarif Fantastis Suap Jabatan Desa di Pati Terkuak KPK
Prabowo dan Starmer Perkuat Kemitraan Maritim di Downing Street
Karung Uang Haram Bupati Pati Terkuak, Rp 2,6 Miliar Disita KPK
KPK Bongkar Modus Pemerasan Bupati Pati, Diduga Merambah ke Jabatan Lebih Tinggi