Abu Razard Kamara Resmi Tinggalkan PSM, Persis Solo Jadi Pelabuhan Baru
Babak baru karier Abu Razard Kamara dimulai. Setelah namanya tak lagi masuk dalam rencana pelatih Tomas Trucha untuk putaran kedua Super League, pemain itu kini resmi hengkang dari PSM Makassar. Namun begitu, performanya yang sebenarnya cukup solid ternyata masih menarik perhatian. Persis Solo bergerak cepat, dan kini Abu sudah dipastikan akan membela Laskar Sambernyawa.
Di klub barunya itu, ia akan mengenakan nomor punggung 4. Langkah ini jelas bagian dari manuver agresif Persis di bursa transfer. Mereka sedang melakukan perombakan besar-besaran, dan situasi di klasemen yang memprihatinkan membuat mereka tak punya pilihan lain.
Nah, yang menarik, Abu bukan satu-satunya nama besar yang mereka datangkan.
Jejak Digital yang Bicara
Tanpa pengumuman resmi atau seremoni perpisahan yang ramai, status Febri Hariyadi justru terungkap lewat cara yang tak biasa: sistem pendaftaran liga. Cek saja data di laman ileague.id per Jumat lalu. Nama winger Persib Bandung itu sudah tercatat sebagai pemain Persis Solo, lengkap dengan nomor punggung 18.
Artinya, kesepakatan sudah final secara administratif. Meski publik masih menunggu rilis resmi, transaksi ini sudah selesai.
"PERSIS datangkan amunisi lokal tambahan untuk sisa putaran kedua ISL musim 2025/26 ini, yakni Febri Hariyadi (29/MF)," begitu kicauan akun @IndosFC di platform X.
Panggung untuk Bangkit Kembali
Buat Febri, pindah ke Solo bisa jadi angin segar. Di Persib musim ini, ruang bermainnya sangat terbatas. Cuma 175 menit dari 9 laga, meski sempat cetak satu gol. Persis, yang terpuruk di dasar klasemen dengan cuma 10 poin, justru memberinya panggung dan kebutuhan yang mendesak: figur berpengalaman untuk membangkitkan moral.
Di sisi lain, perombakan Persis memang masif. Selain Febri dan Abu Kamara, mereka juga mendaftarkan Septian Bagaskara dan Alexvan. Tak ketinggalan, lima pemain asing baru: Luka Domancic, Vukasin Vranes, Dusan Mijic, Miroslav Maricic, dan Roman Paparyga. Semuanya didatangkan dalam tempo yang singkat.
Misi Tunggal: Bertahan
Jelas sekali, Persis Solo sudah tak lagi bicara soal permainan cantik atau filosofi. Mereka sedang berjuang untuk bertahan hidup. Perombakan besar ini adalah bentuk keputusasaan sekaligus harapan. Abu Kamara diharapkan memberi tenaga dan semangat tempur. Sementara Febri, dengan nama besarnya, diharap bisa mengangkat kepercayaan diri skuad yang sedang terpuruk.
Semua kartu sudah dibagikan. Amunisi baru sudah datang. Sekarang, tinggal satu pertanyaan besar yang menggantung: apakah kombinasi ini cukup untuk menarik Persis dari jurang degradasi? Waktu yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Dumfries Segera Kembali, Inter Milan Siapkan Comeback di Liga Champions
Persija Jakarta Rekrut Kiper Muda Cyrus Margono di Penutupan Bursa Transfer
Mantan Presiden Barcelona Gaspart Bantah Keras Tuduhan Pembelian Wasit di Sidang
Enzo Fernandez Tegaskan Komitmen di Chelsea, Bantah Rumor ke Real Madrid