Operasi besar-besaran Direktorat Narkoba Polda Kalimantan Selatan akhirnya membuahkan hasil yang cukup mencengangkan. Tak tanggung-tanggung, 57 orang diamankan dalam rentetan penindakan yang menyapu berbagai wilayah. Barang buktinya pun tak main-main: sabu seberat 1,4 kilogram dan ratusan butir pil ekstasi berhasil disita dari peredaran.
Kombes Baktiar Joko Mujiono, sang Direktur Resnarkoba, membeberkan detailnya. Mayoritas dari mereka yang dicokok ternyata warga Kalsel sendiri. Tapi, jaringannya ternyata lebih luas.
"Total 57 tersangka ini diamankan di berbagai wilayah di Kalsel, ada pula jaringan antar provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan,"
jelas Baktiar dalam rilis tertulisnya, Rabu lalu. Lima dari para tersangka itu adalah perempuan, sementara beberapa lainnya malah berasal dari Pontianak, Kalbar.
Nah, barang bukti mengerikan itu tentu tak boleh dibiarkan. Polisi kemudian melaksanakan pemusnahan. Prosesnya dilakukan dengan menghadirkan semua tersangka dan tentu saja, diawali uji kandungan di laboratorium. Menurut Baktiar, langkah ini bukan sekadar formalitas. Ia menyebut upaya penyitaan ini setara dengan menyelamatkan hampir 7.800 orang dari jerat narkoba. Nilai barang buktinya? Fantastis, mencapai sekitar Rp 2,6 miliar.
"Kalau dirinci, harga sabu per gramnya itu Rp 1,5 juta dan harga ekstasi per butir nya Rp 1 juta,"
ungkapnya merinci.
Di sisi lain, tindakan tegas ini punya dasar hukum yang kuat. Baktiar menegaskan semuanya sejalan dengan UU Narkotika Nomor 35 tahun 2009. Para tersangka kini menghadapi ancaman serius dari Pasal 114 dan 112 ayat 2.
"Kami sebagai aparat penegak hukum ingin memastikan barang bukti tidak kembali beredar sekaligus wujud transparansi dalam proses penegakan hukum,"
tegasnya menutup penjelasan.
Operasi ini sendiri digelar cukup lama, dari akhir Agustus hingga awal November 2025. Sementara ritual pemusnahan barang bukti yang penuh simbol itu baru dilaksanakan pada Jumat, 28 November lalu.
Artikel Terkait
24 SMP Swasta di Kota Serang Gratiskan SPP, Pemerintah Beri Bantuan Operasional Berdasarkan Jumlah Murid
Menteri PANRB Tinjau MPP Jakarta, Pastikan Layanan Terintegrasi Tanpa ‘Pingpong’ Antar Loket
Anggota DPR Desak Percepatan Program Listrik Desa demi Keadilan Energi Nasional
Polda Metro Jaya Alihkan Lokasi Demo Mahasiswa dari Bundaran HI ke Patung Kuda