RadarSitubondo.id – DPRD Situbondo mempertanyakan kinerja petugas penyuluh lapangan (PPL).
Sebab, masalah pupuk subsidi yang dikeluhkan petani tidak pernah selesai.
Seperti penyaluran pupuk yang tidak tepat sasaran hingga mengakibatkan petani dirugikan.
Ketua Komisi II DPRD Situbondo, Siswo Pranoto mengatakan, Dinas pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) sering kali berupaya untuk mengatasi permasalahan pupuk yang dikeluhkan petani.
Namun, hingga saat ini masalah tersebut tidak pernah selesai.
"Masalah distribusi pupuk ke kios dan kios ke petani ini sering bermasalah. Bukan hanya saat ini, tapi kasus ini sudah terjadi cukup lama," ujarnya, Jumat (19/1).
Siswo mencontohkan, di wilayah barat Situbondo terdapat luas lahan pertanian sekitar 40 hektar.
Namun, para petani di daerah tersebut hanya penerima alokasi pupuk subsidi sebanyak lima kuintal saja.
“ Ketika petugas PPL-nya ditanyakan justru mengatakan tidak tahu dengan luas tanah yang ada di wilayah tersebut,” jelasnya.
Dikatakan, jawaban yang disampaikan petugas PPL itu dinilai tidak logis.
Sebab, sebagai petugas yang sudah lama bertugas di wilayah tersebut seharusnya sudah memahami dengan luasan lahan milik petani.
Siswo mengatakan, Dispertangan harus mengevaluasi kinerja PPL pertanian.
Sehingga Agar petani tidak terus-terusan dirugikan.
“Kami sudah tekankan. Apabila ada temuan di lapangan tentang alokasi yang harusnya luas tapi ternyata hanya dikasih sedikit, maka Dinas Pertanian segera menindaklanjuti temuan tersebut,”tegasnya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: radarsitubondo.jawapos.com
Artikel Terkait
Kemenkeu Juarai Turnamen Catur Antar-Emiten dan Kementerian di BEI
Prospek Bank Syariah Cerah di Tengah Tekanan Pasar Modal, Bisnis Emas dan Haji Jadi Motor Pertumbuhan
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.881 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Fiskal Domestik dan Ketidakpastian Moneter Global
KWT Mawar 8 di Tangerang Jaga Kualitas Sayur Hidroponik, Utamakan Mutu Dibanding Volume Panen