Tangis haru pecah di sebuah tenda pengungsian di Tapanuli Tengah. Setelah berhari-hari terisolasi, beberapa warga akhirnya bisa melihat wajah dan mendengar suara keluarga mereka melalui layar ponsel. Jaringan telekomunikasi yang putus total pasca bencana membuat mereka terputus dari dunia luar. Momen itu, yang terekam dalam sebuah video, kini menyebar luas di media sosial.
Dalam video yang beredar itu, suasana terlihat sangat emosional. Seorang ibu muda berhijab, dengan bayi digendongnya, duduk di dalam tenda. Tangannya memegang erat sebuah ponsel. Air matanya tak terbendung saat ia bercakap-cakap dengan keluarganya di layar. Di sekelilingnya, ramai orang lalu lalang. Terlihat petugas kepolisian dan TNI berbaur dengan para pengungsi. Kapolres Tapteng, AKBP Wahyu Endrajaya, juga tampak hadir di samping sang ibu.
Namun begitu, dia bukan satu-satunya yang tak kuasa menahan haru. Beberapa warga lain di tenda yang sama juga menitikkan air mata. Mereka bergantian mengantre. Menunggu giliran untuk sekedar menyapa dan memastikan keadaan sanak saudara di seberang layar.
Menurut informasi yang didapat, ponsel yang digunakan itu bukan milik pribadi. Itu adalah handphone dari pihak kepolisian yang sengaja disediakan untuk membantu para korban. Sebuah upaya kecil yang dampaknya luar biasa bagi mereka yang sedang dilanda kesulitan.
Kejadian mengharukan ini rupanya terjadi di GOR Pandan, yang kini berfungsi sebagai tempat penampungan korban, pada Jumat lalu. Polres Tapteng membuka layanan khusus menggunakan teknologi Starlink. Tujuannya jelas: memfasilitasi komunikasi darurat saat jaringan reguler sama sekali tidak berfungsi.
Unggahan resmi Polres Tapteng di Instagram pun mengonfirmasi aksi ini.
"Polres Tapanuli Tengah berikan layanan hotline darurat starlink kepada warga pengungsi bencana alam di Tapanuli Tengah, kegiatan digelar di GOR Pandan," tulis narasi dalam unggahan tersebut.
Di tengah reruntuhan dan kesedihan pasca bencana, momen sederhana seperti sebuah video call ternyata punya arti yang sangat besar. Bukan sekadar koneksi sinyal, tapi tentang menghubungkan kembali harapan dan rasa kemanusiaan.
Artikel Terkait
Empat Tewas dalam Tabrakan Kereta Api Argo Bromo dengan KRL di Bekasi Timur, Menhub Turun Langsung
Evakuasi Korban Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur Masih Berlangsung, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
Kereta Purwojaya Tertahan Lebih Dua Jam di Stasiun Jatinegara Akibat Tabrakan di Bekasi Timur
Korban Tewas Tabrakan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi Empat Orang, Proses Evakuasi Dipercepat