Tangis haru pecah di sebuah tenda pengungsian di Tapanuli Tengah. Setelah berhari-hari terisolasi, beberapa warga akhirnya bisa melihat wajah dan mendengar suara keluarga mereka melalui layar ponsel. Jaringan telekomunikasi yang putus total pasca bencana membuat mereka terputus dari dunia luar. Momen itu, yang terekam dalam sebuah video, kini menyebar luas di media sosial.
Dalam video yang beredar itu, suasana terlihat sangat emosional. Seorang ibu muda berhijab, dengan bayi digendongnya, duduk di dalam tenda. Tangannya memegang erat sebuah ponsel. Air matanya tak terbendung saat ia bercakap-cakap dengan keluarganya di layar. Di sekelilingnya, ramai orang lalu lalang. Terlihat petugas kepolisian dan TNI berbaur dengan para pengungsi. Kapolres Tapteng, AKBP Wahyu Endrajaya, juga tampak hadir di samping sang ibu.
Namun begitu, dia bukan satu-satunya yang tak kuasa menahan haru. Beberapa warga lain di tenda yang sama juga menitikkan air mata. Mereka bergantian mengantre. Menunggu giliran untuk sekedar menyapa dan memastikan keadaan sanak saudara di seberang layar.
Menurut informasi yang didapat, ponsel yang digunakan itu bukan milik pribadi. Itu adalah handphone dari pihak kepolisian yang sengaja disediakan untuk membantu para korban. Sebuah upaya kecil yang dampaknya luar biasa bagi mereka yang sedang dilanda kesulitan.
Artikel Terkait
Sidang Perdana Kasus Sertifikasi K3: Mantan Wamen Noel dan 10 Terdakwa Lainnya Hadapi Dakwaan
Panggung Isra Mikraj Banyuwangi Berujung Polemik: Hiburan Usai Acara Dinilai Abaikan Kesakralan
Anggota DPR Desak Transparansi Penyelidikan Jatuhnya Pesawat KKP di Bulusaraung
Kobaran Api di Chili Selatan Tewaskan 15 Jiwa, Puluhan Ribu Warga Mengungsi