Soal susunan armada, ia merincikan dari mana saja bantuan datang. "Unit yang kita turunkan ada enam. Tiga water supply, lalu tiga unit tempur dari Sektor Citereup, Sektor Cibinong, dan Posdam Bigland," imbuhnya.
Api yang berkobar besar ternyata dipicu oleh isi gudang itu sendiri. Bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti tiner dan karbit, membuat si jago merah sulit dijinakkan. Meski begitu, situasi perlahan bisa dikendalikan.
"Kondisi saat ini api sudah mulai dikuasai. Memang masih ada yang menyala, tapi sudah jauh lebih baik. Kesulitan utama ya karena ada tiner dan karbit tadi, jadi apinya cepat sekali membesar," jelas Yudi.
Kabar baiknya, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun begitu, penyebab pasti kebakaran masih menjadi misteri. Semuanya masih dalam proses penyelidikan sementara tim fokus memastikan api benar-benar padam.
"Alhamdulillah korban nihil. Untuk penyebab, kita belum bisa memastikan. Masih proses penanganan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Soroti Luka Gereja: Pintu Tak Boleh Tertutup bagi Korban
Ahli Geologi Turun Tangan Selidiki Lubang Ajaib di Sawah Pombatan
Banjir Setinggi Pinggang Rendam Tiga Desa di Probolinggo
Asap Mesin Penghancur Batu Tewaskan Empat Penambang di Badakhshan