Rumah BUMN Jakarta Cetak UMKM Kelas Dunia, dari Tomang hingga Pasar Ekspor

- Selasa, 25 November 2025 | 17:50 WIB
Rumah BUMN Jakarta Cetak UMKM Kelas Dunia, dari Tomang hingga Pasar Ekspor
Rumah BUMN Jakarta: Wadah UMKM Naik Kelas

Di bawah pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memang jadi perhatian serius. Hal ini tercermin jelas dalam Asta Cita, khususnya program strategis ketiga yang bertujuan mendorong kewirausahaan dan industri kreatif. Nah, untuk mewujudkan misi itu, BRI sebagai BUMN punya peran penting.

Kehadiran BRI untuk sektor ini diwujudkan melalui Rumah BUMN yang tersebar di 54 titik di Indonesia, termasuk di Jakarta. Rumah BUMN Jakarta ini punya cerita spesial dalam upaya memberdayakan para pelaku usaha.

Berdiri di tepi Jalan Letjen S. Parman yang selalu ramai, gedung berwarna krem ini terlihat menyempil di antara pencakar langit ibu kota. Di sinilah, para pelaku UMKM yang sering disebut sebagai tulang punggung ekonomi berkumpul dan berusaha mewujudkan mimpi mereka. Tempat ini seolah menjadi perwujudan nyata semangat BRI yang akan merayakan ulang tahun ke-130 pada 16 Desember 2025: 'Bersama Rakyat, Indonesia Maju'.

Rumah BUMN Jakarta bukan cuma sekadar bangunan. Lebih dari itu, ini adalah wadah bagi UMKM untuk benar-benar bertumbuh. Sejak 2017, BRI sebagai mitra pelaksana memberikan paket lengkap mulai dari pendampingan, pelatihan, akses pendanaan, hingga yang tak kalah penting: bantuan mencari pasar.

Pada suatu Jumat siang pekan lalu, tepatnya tanggal 21 November, suasana di lantai dua cukup hidup. Sekitar tujuh orang pengusaha UMKM tampak antusias mengikuti sesi pembekalan materi perpajakan. Yang menarik, suasana diskusinya berlangsung cair. Para peserta sesekali menyela dengan pertanyaan-pertanyaan praktis untuk pemateri, seorang konsultan pajak yang bekerja sama dengan Rumah BUMN.

Mereka diajak untuk melek digital, khususnya mengenai sistem coretax yang baru akan berlaku di awal 2025. Yang menggembirakan, pelatihan semacam ini sepenuhnya gratis bagi UMKM yang sudah mendaftar dan lolos seleksi. Biasanya, dalam sehari, tempat ini bisa menampung hingga 30 peserta.

Menurut Koordinator Rumah BUMN Jakarta, Jajang Rohmana, yang ditemui di lokasi, rata-rata peserta yang hadir hari itu adalah mereka yang sudah pernah mengikuti program pendampingan sebelumnya.

"Semua aspek entrepreneur gitu. Sampai ke pajak-pajaknya, sampai ke perizinan-perizinannya, sampai ke pasarnya juga untuk nembus pasar ekspor juga kita ada programnya," ujar Jajang, merinci ragam pelatihan yang tersedia.

Dengan semangat untuk tumbuh bersama, fokus utama Rumah BUMN Jakarta adalah mendorong digitalisasi. Tujuannya sederhana: agar UMKM makin dikenal masyarakat. Namun begitu, digitalisasi ini bukan satu-satunya jalan. Bagi UMKM yang dinilai potensial, mereka juga didorong untuk bisa go global.

"Jadi kita mendorong ke digitalisasinya. Tapi memang enggak menutup kemungkinan UMKM-UMKM yang potensial untuk ekspor, kita dorong ke go global-nya," tambah Jajang.

Dia lalu bercerita tentang satu kisah sukses, sebuah UMKM kerajinan tangan bernama Craftote. Bermula dari singgah ke Rumah BUMN Jakarta pada 2021 untuk meningkatkan usahanya, Craftote akhirnya benar-benar naik kelas.

Usaha ini memproduksi berbagai barang rumah tangga yang unik, mulai dari kursi, meja, karpet, hingga nampan. Semuanya dibuat dengan bahan ramah lingkungan seperti bambu dan eceng gondok. Saat itu, Craftote punya keinginan untuk memiliki galeri yang berbeda agar lebih menarik perhatian konsumen. Dan BRI, melalui Rumah BUMN Jakarta, membantu mewujudkannya.

Sekarang, Craftote tidak hanya punya galeri, tapi juga kedai kopi yang nyaman di daerah Tomang, Jakarta Barat. Pengunjung bisa melihat-lihat produk sambil menikmati sajian kopi. Hasilnya? Luar biasa.

Berbekal pelatihan, pendampingan, akses dana, dan partisipasi di berbagai bazar, level Craftote melesat. Bahkan, produknya berhasil menarik perhatian kepala negara dan yang paling membanggakan, berhasil menembus pasar ekspor.

"Dia level up banget, sekarang sudah ekspor ke lima negara," kata Jajang dengan nada bangga.
"Sampai dia langsung ketemu sama Presiden, itu lewat Rumah BUMN," imbuhnya menutup cerita.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar