BPBD Cilacap Catat Baru Satu Desa Ajukan Bantuan Air Bersih di Awal Musim Kemarau 2026

- Jumat, 05 Juni 2026 | 14:30 WIB
BPBD Cilacap Catat Baru Satu Desa Ajukan Bantuan Air Bersih di Awal Musim Kemarau 2026

Memasuki awal musim kemarau tahun 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, baru mencatat satu desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih. Desa tersebut adalah Karangkemiri, yang terletak di Kecamatan Jeruklegi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Taryo menyatakan bahwa permohonan dari Desa Karangkemiri telah diterima pihaknya. Meski demikian, berdasarkan penilaian awal, kondisi di lapangan belum menunjukkan situasi darurat sehingga pengajuan tersebut lebih bersifat langkah antisipatif.

“Baru ada satu desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih, yaitu Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi,” ujarnya, Jumat, 5 Juni 2026.

Menurut Taryo, Desa Karangkemiri merupakan salah satu wilayah yang hampir setiap tahun mengajukan bantuan distribusi air bersih saat memasuki musim kemarau. Pemerintah desa memilih untuk mengajukan permohonan lebih awal guna mengantisipasi potensi krisis.

Namun, BPBD Cilacap belum dapat memastikan kebutuhan distribusi air bersih secara detail. Langkah selanjutnya yang akan ditempuh adalah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan melakukan survei lapangan untuk mengetahui kondisi aktual di lokasi.

“Kami akan berkoordinasi dengan kepala desa terkait kondisi di lapangan dan aspek teknisnya. Desa Karangkemiri memang rutin setiap tahun menerima distribusi bantuan air bersih,” ungkapnya.

Sementara itu, hingga saat ini BPBD belum menerima laporan maupun permohonan serupa dari desa-desa lain yang biasanya terdampak kekeringan pada musim kemarau. Menariknya, Desa Bojong di Kecamatan Kawunganten, yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah yang lebih awal mengalami kekurangan air bersih, belum mengajukan permohonan.

“Untuk Bojong belum ada laporan. Mungkin kondisinya sejauh ini masih aman,” ujar Taryo.

Menurut dia, belum adanya permohonan dari sejumlah wilayah rawan kekeringan mengindikasikan bahwa ketersediaan air bersih di Cilacap masih relatif terkendali. Meskipun sebagian wilayah telah mulai memasuki musim kemarau, situasi belum memicu kebutuhan darurat.

Di sisi lain, BPBD Cilacap tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi cuaca dan potensi kekeringan di sejumlah kecamatan yang menjadi langganan kekurangan air bersih. Pihaknya juga terus menjalin koordinasi dengan pemerintah desa untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan kebutuhan apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang dari perkiraan.

Taryo mengimbau agar pemerintah desa segera melaporkan jika mulai terjadi kesulitan memperoleh air bersih. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar