Wacana Refocusing Program Makan Bergizi Gratis Disambut Positif, Charles Honoris Soroti Kualitas Gizi Anak

- Jumat, 05 Juni 2026 | 14:30 WIB
Wacana Refocusing Program Makan Bergizi Gratis Disambut Positif, Charles Honoris Soroti Kualitas Gizi Anak

Wacana refocusing program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat sambutan positif dari Wakil Ketua Komisi IX DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP, Charles Honoris. Menurutnya, langkah ini merupakan kebijakan yang tepat untuk memastikan program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran, tidak sekadar mengejar jumlah penerima manfaat yang besar.

“Menurut saya wacana refocusing penerima manfaat yang disampaikan pimpinan baru BGN sudah tepat. Selama ini saya melihat ukuran keberhasilan program terlalu sering dikaitkan dengan jumlah penerima manfaat,” kata Charles kepada wartawan, Jumat (5/6/2026).

Politikus PDIP itu bahkan menyoroti kebiasaan mantan Kepala BGN Dadan Hindaya yang kerap membanggakan besaran anggaran yang telah dihabiskan. Padahal, menurut Charles, indikator utama yang seharusnya menjadi tolok ukur adalah kualitas gizi yang diterima oleh anak-anak.

“Karena itu, ke depan program ini memang sebaiknya lebih fokus kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan, terutama anak-anak yang mengalami masalah gizi, keluarga rentan, serta masyarakat di wilayah 3T yang akses pangannya masih terbatas,” ujarnya.

“Jangan sampai orientasinya hanya mengejar angka penerima manfaat yang terus bertambah, tetapi manfaat gizinya tidak optimal,” sambungnya.

Di sisi lain, Charles juga mendesak pimpinan baru BGN untuk segera melakukan pembenahan tata kelola secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses pengadaan agar tidak terulang kembali praktik-praktik yang dinilai bermasalah.

“Terkait pengadaan, kami tentu berharap pimpinan baru BGN melakukan pembenahan tata kelola secara menyeluruh,” tuturnya.

“Ke depan proses pengadaan harus jauh lebih transparan, akuntabel, dan bisa dipertanggungjawabkan kepada publik. Jangan sampai pola-pola pengadaan yang amburadul seperti pada masa kepemimpinan sebelumnya terulang kembali dan justru mengganggu tujuan utama program,” imbuh dia.

Sebelumnya, BGN telah mengumumkan penghentian sementara pendaftaran dapur baru untuk program MBG. Kebijakan moratorium ini menjadi salah satu langkah strategis yang diambil pimpinan baru BGN dalam rangka efisiensi anggaran sekaligus penataan pelaksanaan program.

“Hal utama yang telah kami bahas dan kami siapkan rencana kerjanya adalah menuju pada efisiensi anggaran,” kata Kepala BGN Nanik S. Deyang dalam konferensi pers di gedung BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Nanik menjelaskan, terdapat empat langkah utama yang disiapkan BGN untuk memperbaiki pelaksanaan program MBG. Langkah pertama adalah refocusing penerima manfaat agar program lebih tepat sasaran. Langkah kedua adalah penghentian sementara pendaftaran dan pembangunan dapur baru.

“Dalam rangka efisiensi anggaran maka hal yang kami lakukan adalah pertama refocusing penerima manfaat. Dua, moratorium dapur titik-titik baru,” ujarnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar