Presiden China, Xi Jinping, dijadwalkan akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Utara pada pekan depan. Ini merupakan lawatan pertama pemimpin China tersebut ke Pyongyang sejak tahun 2019. Stasiun televisi pemerintah China, CCTV, melaporkan bahwa Xi akan berada di Korea Utara pada 8-9 Juni atas undangan langsung pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un. Kunjungan ini menjadi sinyal penting di tengah dinamika politik dan diplomatik yang tengah berlangsung di kawasan Asia Timur.
China selama ini menjadi mitra utama bagi Korea Utara, baik dari segi dukungan politik maupun ekonomi. Negeri Tirai Bambu itu menjadi salah satu dari sedikit negara yang masih menjalin hubungan erat dengan Pyongyang, yang dikenal sebagai salah satu negara paling terisolasi secara diplomatik di dunia. Korea Utara juga masih berada di bawah tekanan berat akibat sederet sanksi internasional yang dijatuhkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan negara-negara Barat.
Menurut data yang dihimpun, Korea Utara menggantungkan hampir 95 persen dari total perdagangan dan 85 persen dari ekspornya kepada China. Ketergantungan ini menjadikan Beijing sebagai aktor kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi Korea Utara di tengah isolasi global yang berkepanjangan.
Kunjungan Xi Jinping ke Korea Utara terjadi tidak lama setelah ia menjamu Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing pada bulan lalu. Rangkaian pertemuan tingkat tinggi ini menunjukkan upaya China untuk memperkuat posisinya di panggung internasional.
“Seiring meningkatnya kedudukan internasional China, Beijing kemungkinan besar berupaya untuk lebih aktif menarik Pyongyang ke dalam orbit diplomatiknya sebagai mitra dalam memajukan tatanan multilateral yang lebih luas,” ujar Lim Eul-chul, seorang pakar Korea Utara dari Universitas Kyungnam, kepada AFP. Pernyataan ini menegaskan bahwa lawatan Xi bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bagian dari strategi besar China dalam membangun poros diplomatik alternatif.
Xi dan Kim terakhir kali bertemu pada September 2025. Saat itu, Kim Jong Un hadir sebagai tamu kehormatan dalam parade militer di Beijing yang memperingati 80 tahun kemenangan atas Jepang dalam Perang Dunia II. Sebelumnya, pada 2019, Xi disambut dengan meriah di Korea Utara dalam sebuah kunjungan yang menonjolkan persahabatan antara kedua negara. Kunjungan tersebut menjadi momen langka karena sebelumnya tidak ada pemimpin China yang menginjakkan kaki di Pyongyang sejak Hu Jintao pada 2005.
Artikel Terkait
Pemerintah Dukung Penuh Proses Hukum KPK di Kasus Dugaan Korupsi Izin Tinggal WNA yang Seret Wamen Imigrasi
Cadangan Devisa Jepang Anjlok Rp1.390 Triliun Imbas Intervensi Perkuat Yen
Pekerja Perkebunan di Bogor Ditemukan Tewas Tergantung di Area Tempat Kerja
KPK Ungkap Pemerasan di Imigrasi, Wamen Silmy Karim Diduga Terima Rp100 Juta Per Minggu