“Kepada masyarakat, kami imbau untuk terus mendukung upaya-upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Bersama kita wujudkan Kalsel yang sejahtera.”
Nah, untuk memastikan semua berjalan lancar, Satgas Pangan Polda Kalsel tidak tinggal diam. Mereka mengambil langkah-langkah strategis yang sifatnya proaktif, mencakup kegiatan pre-emtif dan preventif. Intinya, mereka ingin mencegah masalah sebelum terjadi.
Koordinasi pun dilakukan secara intens. Mereka bergandengan tangan dengan jajaran Satgas Pangan Polri, Perum Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas), hingga Dinas Perdagangan dan Pertanian setempat. Bahkan, tim rutin turun ke lapangan untuk mengecek kondisi langsung mulai dari pasar tradisional, ritel modern, sampai gudang distributor. Mereka ingin memastikan semuanya beres.
Gerakan Pangan Murah (GPM) juga terus dijalankan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. Program ini menjadi salah satu ujung tombak penyaluran beras SPHP. Baru pada 24 November 2025 kemarin, lewat GPM tercatat 3,12 ton beras laris terjual. Harganya sangat terjangkau, hanya Rp 11.300 per kilogram, dan dibeli oleh 599 warga.
Dengan langkah-langkah konkret dan kolaborasi yang solid dari semua pihak, termasuk dukungan penuh masyarakat, Satgas Pangan Polda Kalsel optimis stabilitas pasokan dan harga beras di wilayahnya akan tetap terjaga hingga akhir tahun. Mereka pun mengapresiasi semua stakeholder yang telah turut serta menjaga ketahanan pangan.
Artikel Terkait
Anggota Kongres Demokrat Desak Pemakzulan Trump Atas Ancaman Militer ke Iran
Balita Terseret Arus Banjir di Ponorogo, Diselamatkan Warga Setelah Terseret 100 Meter
Netanyahu Tegaskan Serangan ke Lebanon Berlanjut, Tawarkan Negosiasi Damai
Dosen Universitas Budi Luhur Dinonaktifkan Usai Dugaan Pelecehan terhadap Mahasiswi