Libur Sekolah, Program Makan Bergizi Gratis Tetap Fokus ke Ibu Hamil dan Balita

- Selasa, 23 Desember 2025 | 09:30 WIB
Libur Sekolah, Program Makan Bergizi Gratis Tetap Fokus ke Ibu Hamil dan Balita

Liburan sekolah sudah tiba, tapi program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata tetap berjalan. Lho, kok bisa? Fokusnya sekarang bergeser. Sasaran utamanya adalah kelompok yang disebut 3B: ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Untuk mereka, bantuan ini tidak libur.

“Yang tidak libur, atau tetap diberikan MBG, itu adalah untuk 3B. Siapa yang mengantar? Ya seperti biasa, para petugas yang selama ini sudah berjalan,”

kata Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, dalam sebuah keterangan di Yogyakarta.

Di sisi lain, bagaimana dengan anak sekolah? BGN sebenarnya paham betul bahwa perbaikan gizi perlu konsistensi. Tapi mereka juga sadar, masa liburan ya waktunya istirahat. Nah, sebagai solusinya, sekolah-sekolah penerima manfaat diberi opsi. Kalau mau tetap dapat MBG, silakan mengajukan permintaan. Nantinya, hidangan dalam bentuk makanan kering akan diantarkan langsung oleh SPPG.

“Jadi anak-anak tidak dipaksa untuk datang ke sekolah. Silakan saja kalau makanan MBG itu diambil ibunya, ayahnya, atau saudaranya,” tegas Nanik, yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi program MBG.

“Kalau misalnya sekolah tidak mau menerima, wali murid juga tidak mau, maka juga tidak apa-apa, dan tidak dipaksa. Jadi tidak ada yang memaksa anak-anak libur ke sekolah untuk mengambil MBG. Mohon jangan dipelintir,”

imbuhnya lagi, menanggapi kemungkinan salah tafsir di masyarakat.

Ada juga tudingan yang beredar. Sebagian orang menyebut program ini dijalankan saat libur cuma buat menghabiskan anggaran. Nanik dengan tegas membantahnya.

“Justru sebaliknya, kami menghemat anggaran luar biasa di tahun 2025,”

ujarnya. Menurut penjelasannya, anggaran sebesar 71 Triliun Rupiah yang ditargetkan untuk 6 juta penerita manfaat, ternyata bisa menjangkau jauh lebih banyak. Capaiannya? Sekitar 50 juta anak Indonesia plus kelompok 3B.

Penghematan besar itu mungkin terjadi berkat kolaborasi. Awalnya BGN harus membangun banyak dapur. Namun, ternyata banyak yayasan dan mitra yang tergerak membangun Dapur Mandiri. Alhasil, beban BGN pun berkurang.

“Akhirnya cost yang dikeluarkan BGN hanya untuk program MBG 15 ribu per porsi; gaji karyawan; dan operasional. Data yang saya sampaikan ini bisa dicek ke Kementerian Keuangan,”

paparnya rinci.

Intinya, pemerintah lewat BGN terus berupaya meningkatkan gizi anak negeri. Nanik mengutip pesan Menteri Pertahanan sekaligus mantan calon presiden, Prabowo Subianto.

“Pesan Pak Prabowo, tidak boleh satu anak Indonesia pun yang kelaparan. Baik yang berada di jalanan, anak-anak di pesantren, semua harus dapat makan bergizi gratis,”

kata mantan wartawan senior itu.

Lalu, bagaimana dengan isu bahwa MBG juga akan diberikan ke lansia dan difabel? Nanik meluruskan. Itu adalah program yang masih jadi wacana Kementerian Sosial, bukan tanggung jawab BGN.

“Jadi bukan program BGN ya,”

tutupnya menegaskan batasan wewenang tersebut.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar