Menurut penjelasannya, tanda-tanda tanah bergerak ini pertama kali terlihat pada Senin siang. Saat itu, hujan lebat mengguyur kawasan tersebut. Bayangkan saja, para penghuni, yang kebanyakan anak kos dan warga setempat, tentu saja merasa panik. Mereka merasakan langsung tanah di bawah kaki mereka tak lagi diam.
"Karena kondisi seperti itu kita kemudian memutuskan untuk memindahkan warga dari sana,"
tambahnya.
Lalu, ke mana mereka pergi? Untuk sementara waktu, para pengungsi ini ditempatkan di beberapa lokasi. Sebagian menempati aula kantor KPPN Belakang Balok Bukittinggi dan Kantor Lurah. Namun begitu, ada juga warga yang memilih mengungsi secara mandiri, mengikuti inisiatif sendiri ke tempat yang mereka rasa aman. Mereka akan tinggal di sana sampai situasi benar-benar dinyatakan kondusif, meski belum ada kepastian kapan waktu itu tiba.
Artikel Terkait
KUHP Baru Diklaim Jadi Tameng Bagi Pengkritik Pemerintah
KPK Amankan Pejabat Pajak Jakarta Utara dalam OTT Suap Rp 4 Miliar
Pajak Rp75 Miliar Menyusut Drastis, Lima Tersangka Terjerat Kasus Suap di KPP Jakarta Utara
Makanan Bergizi untuk Balita Viral, Cuma Dibungkus Kantong Kresek