Di sisi lain, dunia kerja kini menghadapi gelombang modernisasi yang tak terbendung. Karena itulah, pilar ketiga yang digaungkan Kemnaker adalah Modernisasi dan Peningkatan Keterampilan untuk daya saing global. Stagnasi keahlian bukan lagi pilihan. FPE KSBSI diharap bisa jadi motor penggerak dalam hal ini.
“Saya juga mendesak para pengusaha di sektor ini untuk memimpin pelatihan yang relevan dengan industri 4.0,” kata Afriansyah.
Ia mendorong program Skilling, Upskilling, dan Reskilling secara masif, terutama di bidang energi baru terbarukan (EBT) dan teknologi automasi di pertambangan.
Menutup sambutannya, Afriansyah berharap kongres ini bisa jadi momentum bagi serikat pekerja untuk membangun integritas dan merancang program yang inklusif. Ia mengajak mereka tak hanya memikirkan rencana jangka pendek, tapi juga berani merancang visi dua dekade ke depan.
“Kongres ini adalah panggung bagi Anda untuk merumuskan warisan,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata AS-Iran Hanya Jeda, Pasar Global Masih Limbung
Konsumen Kendaraan Niaga Pilih Suku Cadang Berdasarkan Frekuensi Penggantian
Perundingan Nuklir AS-Iran di Pakistan Gagal Lagi, Vance Soroti Penolakan Komitmen Jangka Panjang
Harga Emas Pegadaian Stagnan, UBS dan Galeri 24 Tak Berubah