Nah, bidang kesehatan jadi salah satu fokus utama pembicaraan. Rosan menekankan bahwa Sistema adalah raksasa di sektor ini di Rusia. "Mereka punya lebih dari 160 rumah sakit, lho. Selain itu, mereka juga pemain besar di paten dan obat-obatan," jelasnya. Kerja sama dengan BUMN farmasi Indonesia seperti Biofarma dan Kimia Farma sudah mulai dirintis. Pertemuan di Bandung sebelumnya menjadi dasar untuk langkah selanjutnya.
Di sisi lain, ternyata bisnis Sistema tidak hanya di kesehatan. Perusahaan ini juga punya andil besar di bidang galangan kapal. "Mereka berencana bangun pabrik kapal listrik penumpang di sini. Kapasitasnya untuk 100 sampai 200 orang, buat transportasi antarpulau," kata Rosan. Rencananya, manufakturnya akan dibangun di Indonesia. Ini tentu bisa jadi angin segar bagi industri maritim kita.
Tak ketinggalan, sektor perhotelan juga dibahas. Rosan menyebut Sistema sebagai salah satu pemilik hotel terbanyak di Rusia. "Mereka tertarik untuk kerja sama manajemen hotel yang punya potensi di Indonesia. Nanti malam saya akan meeting lagi dengan mereka untuk follow up lebih lanjut," pungkasnya. Jadi, pertemuan singkat ini rupanya membuka peluang kolaborasi di berbagai lini. Menarik untuk ditunggu kelanjutannya.
Artikel Terkait
Harga Emas Anjlok 12% pada Maret 2026, Catat Bulan Terburuk Sejak 2013
Presiden Prabowo Akan Temui Putin di Moskow Bahas Geopolitik dan Energi
Gaji Pensiunan PNS Masih Berpatokan pada PP No 8 Tahun 2024, Belum Ada Kenaikan
Jaecoo J5 EV Raih Gelar Mobil Listrik Terlaris Indonesia Maret 2026