Di tengah persoalan sampah yang kian pelik, seorang polisi di Serang memilih bertindak. Aiptu Eko Yulianto, sang Kepala SPKT Polsek Waringinkurung, mendirikan Bank Sampah Berkah Bhayangkara. Inisiatif ini tak main-main dia mengajak warga sekitar untuk mengelola sampah anorganik, sekaligus memberi mereka peluang mendapat manfaat ekonomi.
Dalam sebuah perbincangan, Eko bercerita soal awal mula keprihatinannya. Dia melihat tata kelola sampah di Kabupaten Serang benar-benar memprihatinkan. Daerah itu bahkan berstatus darurat sampah. Menurutnya, kondisi itu tak bisa dibiarkan begitu saja.
"Saya tergerak untuk mengedukasi masyarakat, agar mereka bisa berperan aktif mengelola sampah," ujar Eko. "Dengan begitu, mereka bisa dapat manfaat ekonomis." Dia juga menyoroti fakta bahwa saat ini Kabupaten Serang tidak memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sendiri. "Jadi, sampah dari sini masih dibuang ke TPA kabupaten atau kota lain," imbuhnya.
Sebelum mengajak orang lain, Eko memulai dari diri dan keluarganya. Dia belajar mengelola sampah, memilah, dan memanfaatkan yang masih punya nilai. Setelah lingkungan keluarganya paham, barulah dia memberanikan diri mendirikan bank sampah. Lokasinya tak jauh di halaman samping rumahnya, dengan modal pribadi.
Artikel Terkait
Invasi AS ke Venezuela 2026: Katalis Kekacauan Global yang Tak Terhindarkan
Eddy Soeparno Desak 2026 Jadi Tahun Mitigasi Krisis Iklim
Utang Rp 300 Ribu Berujung Maut, Pria di Depok Ditusuk Saat Tidur
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB 2026, Tantangan Diplomasi Menanti