Israel melancarkan serangan udara terhadap kamp pengungsi Ain al-Helweh di Lebanon, dengan dalih menargetkan kompleks militan Hamas. Klaim tersebut secara tegas dibantah oleh kelompok Hamas, yang menyebutnya sebagai "kebohongan belaka".
Dalam sebuah pernyataan resmi, Hamas menegaskan bahwa mereka tidak memiliki instalasi militer apa pun di dalam kamp pengungsi Palestina di Lebanon. Kelompok itu menyalahkan Israel atas apa yang mereka sebut sebagai "serangan brutal" dan menepis klaim Israel tentang penyerangan terhadap kompleks pelatihan Hamas sebagai suatu rekayasa.
"Klaim bahwa lokasi yang ditargetkan adalah kompleks pelatihan yang berafiliasi dengan gerakan tersebut adalah rekayasa dan kebohongan belaka," bunyi pernyataan Hamas. Mereka menambahkan, "Tidak ada instalasi militer di kamp-kamp Palestina di Lebanon."
Militer Israel merilis rekaman video yang diklaim sebagai momen serangan yang menghantam sebuah gedung. Namun, versi Hamas berkata lain. Menurut mereka, lokasi yang dibom adalah sebuah lapangan olahraga terbuka yang sering dikunjungi para pemuda kamp. Hamas lebih lanjut menyebut bahwa yang menjadi sasaran adalah "sekelompok anak laki-laki" yang sedang berada di lapangan tersebut.
Artikel Terkait
Invasi AS ke Venezuela 2026: Katalis Kekacauan Global yang Tak Terhindarkan
Eddy Soeparno Desak 2026 Jadi Tahun Mitigasi Krisis Iklim
Utang Rp 300 Ribu Berujung Maut, Pria di Depok Ditusuk Saat Tidur
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB 2026, Tantangan Diplomasi Menanti