Undang-Undang Leahy, yang mengambil nama Senator Patrick Leahy, dirancang untuk mencegah dana Amerika mencapai entitas asing yang terlibat dalam penyiksaan, pembunuhan di luar hukum, dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Konflik Gaza dinilai sebagai ujian kritis terhadap implementasi undang-undang ini, mengingat Israel menerima minimal $3,8 miliar bantuan keamanan AS setiap tahun.
Proses peninjauan insiden-insiden pelanggaran HAM ini diperkirakan memakan waktu bertahun-tahun. Israel sendiri tunduk pada prosedur peninjauan khusus yang memerlukan konsensus di antara pejabat tinggi AS, berbeda dengan mekanisme untuk negara lain dimana satu keberatan saja dapat menghentikan aliran bantuan.
Bantuan militer AS kepada Israel yang mencapai setidaknya $3,8 miliar per tahun mengalami peningkatan signifikan pasca dimulainya perang pada Oktober 2023.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral