Papan Interaktif IFP Kemendikbud: Solusi Pembelajaran Digital di Sekolah

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 16:36 WIB
Papan Interaktif IFP Kemendikbud: Solusi Pembelajaran Digital di Sekolah

Papan Interaktif IFP dari Kemendikdasmen: Solusi Pembelajaran Digital di Sekolah Indonesia

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyalurkan sekitar 35 ribu unit Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis interaktif ke berbagai sekolah di Indonesia. Bantuan teknologi pendidikan ini difokuskan pada sekolah-sekolah yang dinilai paling membutuhkan, sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis digital.

Antusiasme Siswa dan Guru terhadap Papan Interaktif IFP

Di SMP Negeri 28 Bandung, salah satu sekolah penerima, respons terhadap kehadiran IFP sangat positif. Alyaa, Guru Bimbingan Konseling di sekolah tersebut, mengungkapkan bahwa siswa-siswi menjadi lebih antusias dan aktif selama proses belajar mengajar.

"Manfaatnya sangat besar, terutama di era digital seperti sekarang. Hampir semua mata pelajaran sudah memanfaatkan teknologi," ujarnya.

Manfaat Pembelajaran Interaktif dengan IFP

IFP memungkinkan guru menyajikan materi dalam bentuk video, kuis, dan permainan interaktif. Hal ini tidak hanya membuat siswa lebih semangat, tetapi juga mendorong partisipasi aktif, bahkan dari siswa yang biasanya kurang aktif di kelas.

“Anak-anak jadi lebih excited dan ada gerak. Mereka antusias maju ke depan untuk memencet tombol di layar,” tambah Alyaa.

Meningkatkan Pemahaman Materi dengan Teknologi

Zeverino (14), siswa kelas 9 SMP Negeri 28 Bandung, membenarkan bahwa belajar menggunakan IFP terasa lebih seru dan mudah dipahami.

“Kita bisa main mini games, dan materi seperti IPA jadi lebih gampang dimengerti karena langsung interaktif,” katanya.

Dukungan bagi Guru dalam Mengajar

Di SMPN 13 Surabaya, guru Informatika Karyadi menyatakan IFP sangat membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih menarik. Berbeda dengan proyektor LCD biasa, IFP memungkinkan siswa terlibat langsung dengan menekan layar sentuh.

“Guru juga jadi terdorong untuk berlatih dan berkreasi membuat media pembelajaran yang lebih interaktif,” ucap Karyadi.

Digital Classroom dan Integrasi AI

Pemanfaatan IFP juga merambah Medan, di mana Dinas Pendidikan setempat menyediakan digital classroom khusus. Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Medan, Andi Yudistira, menjelaskan bahwa 50 IFP telah disalurkan ke sekolah dasar dan menengah.

“Pembelajaran digital dengan platform seperti Google Classroom dan integrasi AI menjadi langkah penting mengikuti perkembangan teknologi,” jelas Andi.

Pelatihan Guru untuk Optimalisasi IFP

Di Denpasar, Bali, Disdikpora setempat akan menerima 240 unit IFP untuk sekolah dasar. Sebelum digunakan, para guru terlebih dahulu mengikuti pelatihan operasional perangkat ini.

“Guru yang sudah dilatih wajib membagikan ilmunya ke guru lain, agar semua dapat memanfaatkan IFP dengan maksimal,” kata Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar, Putu Bayu Putra Mahendra.

Fitur dan Konten Pembelajaran IFP

IFP dilengkapi fitur layar sentuh, audio-video, game interaktif, hingga augmented reality (AR). Konten pembelajaran yang disediakan, misalnya untuk mata pelajaran IPA tentang alat pernapasan, dapat disampaikan secara visual dan diikuti dengan kuis atau permainan interaktif untuk menguji pemahaman siswa.

Kehadiran papan interaktif IFP di sekolah-sekolah Indonesia tidak hanya menyegarkan suasana belajar, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi siswa dan guru untuk mengeksplorasi teknologi dalam pendidikan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar