Jakarta, Selasa siang itu, suasana di Istana Negara kembali ramai. Wakil Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Otto Hasibuan, mendadak mendapat panggilan dari Presiden Prabowo Subianto. Ia langsung bergegas ke Jakarta Pusat.
Pantauan di lokasi menunjukkan Otto tiba sekitar pukul 12.35 WIB. Ia turun dari sebuah Alphard hitam, berbalut setelan batik yang rapi. Ekspresinya terlihat biasa saja, meski panggilannya ini terbilang mendesak.
"Wah, saya enggak tahu. Baru ini tiba-tiba diundang untuk datang menghadap," ujar Otto kepada para wartawan yang sudah menunggu.
Soal agenda pertemuan, Otto tampak benar-benar tak punya bayangan. Ia bahkan tak yakin apakah dirinya satu-satunya orang yang dipanggil atau ada pejabat lain juga.
"Saya juga enggak tahu. Mungkin saya sendiri saja atau siapa saja. Tapi kalau undangan yang ke saya hanya untuk ke saya saja," tambahnya.
Rupanya, panggilan itu sangat mendadak. Hanya selang satu jam antara pemberitahuan dan waktu kehadiran. "Saya enggak tahu. Pak Presiden mengundang saya saya tiba-tiba tadi diundang jam 12, sekarang jam 1 harus saya menghadap, saya enggak tahu apa yang mau dibincangin sama Pak Presiden," tandasnya sambil berjalan masuk.
Menariknya, sebelum kedatangan Otto, sudah ada pejabat lain yang lebih dulu tiba. Aris Marsudiyanto, sang Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus, juga terlihat memasuki kompleks Istana. Ada apa gerangan? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Artikel Terkait
Anies Baswedan: Guru yang Beri Inspirasi dan Nilai Tak Tergantikan oleh AI
Pemkot Brebes Ancam Pecat ASN yang Bolos 12 Hari Tanpa Keterangan
PTDI Klaim Pesawat N-219 Solusi Tepat untuk Konektivitas Daerah Terpencil dan Kepulauan
Polda Kepri Bongkar Impor Ilegal Ratusan Pakaian dan Sepatu Bekas Asal Singapura, Tiga Tersangka Diamankan