KRI Makassar Angkut 70 Truk Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera

- Selasa, 16 Desember 2025 | 13:30 WIB
KRI Makassar Angkut 70 Truk Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera

Pagi itu, dari Dermaga Kolinlamil di Tanjung Priok, sebuah armada bantuan kembali diberangkatkan. KRI Makassar-590 milik TNI Angkatan Laut perlahan bersiap mengarungi lautan, mengangkut muatan penting untuk saudara-saudara di Sumatera yang terdampak bencana. Ini adalah pengiriman tahap ketiga yang dikoordinir Kementerian Pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Muhammad Ali hadir langsung melepas keberangkatan. Acara pelepasan berlangsung sederhana namun khidmat, Selasa (16/12) pagi tepat pukul tujuh.

“Sesuai arahan Bapak Presiden Republik Indonesia, kami membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ini adalah pengapalan ketiga dan diberangkatkan pagi ini pukul 07.00 WIB,”

ujar Amran melalui keterangan tertulis.

Muatan di kapal perang itu tidak main-main: tujuh puluh truk bahan pokok. Isinya beragam, mulai dari kebutuhan paling mendasar seperti mi instan, air mineral, dan biskuit, hingga barang-barang penunjang seperti popok bayi, pembalut, selimut, bahkan alat penjernih air. Semua dikemas rapi, siap didistribusikan.

Amran menegaskan, komoditas yang dikirim bukan asal pilih. Ia memastikan bantuan itu sesuai dengan laporan kebutuhan dari pemerintah daerah dan BNPB di lapangan. Tidak ada yang sia-sia.

“Penyaluran bantuan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Ke depan, kami akan terus menyalurkan bantuan lanjutan dan memohon doa agar proses pengiriman berjalan lancar,”

katanya.

Nah, yang menarik, kapal ini sekaligus mengangkut sisa bantuan dari tahap sebelumnya. Sebanyak 41 truk dari tahap II dan 153 palet dari tahap pertama ikut diberangkatkan sekarang, setelah sebelumnya tertunda karena kapasitas angkut yang terbatas. Jadi, semuanya bisa terbawa dalam satu kali pelayaran.

Rencananya, KRI Makassar-590 akan berlabuh pertama kali di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang. Dari sana, bantuan akan diteruskan ke Sibolga dan akhirnya ke Aceh. Penyalurannya dilakukan bertahap, menyesuaikan kondisi dan logistik di masing-masing wilayah.

Sejauh ini, upaya pemerintah terhitung masif. Menurut Amran, bantuan yang sudah disalurkan sebelumnya mencapai 44.000 ton beras dan 6.000 ton minyak goreng, ditambah kebutuhan pokok lain. Nilainya sekitar Rp 1,2 triliun. Angka yang tidak kecil.

Di sisi lain, ada juga bantuan gotong royong senilai Rp 75 miliar. Dana ini dikumpulkan dari inisiatif pegawai Kementan bersama beberapa BUMN pangan. Sebuah bentuk kepedulian dari dalam.

“Ini adalah bentuk kolaborasi untuk meringankan beban saudara-saudara kita. Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat merupakan cobaan bagi kita semua,”

tutup Amran. Kapal pun berangsur menjauh dari dermaga, membawa harapan dan bantuan nyata.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar