Presiden mengungkapkan kekhawatirannya terhadap modus operandi kartel narkoba yang semakin canggih. Ia menyebut bahwa kartel narkoba kini bahkan telah menggunakan kapal selam untuk mengedarkan produk ilegal mereka.
"Bahkan sekarang ada modus si kartel-kartel narkoba punya kapal selam. Dia punya kapal selam," ucap Prabowo. Untuk menghadapi tantangan ini, ia menekankan pentingnya kerja sama tim yang solid antara Polri, TNI, Bea Cukai, Kejaksaan, dan semua lembaga penegak hukum.
Prabowo Buka Suara Soal Kritik dan Pentingnya Kerja Sama Lembaga
Presiden mengajak semua pihak untuk menerima kritik dan koreksi sebagai bagian dari proses perbaikan. Ia mengaku kerap mendengarkan podcast untuk mendapatkan masukan dari masyarakat, meski kadang membuatnya "dongkol".
Prabowo juga menekankan pentingnya menghilangkan ego sektoral dan loyalitas korps yang berlebihan. "Jangan ego sektoral, jangan loyalitas korps berlebihan. Kita satu korps, korps merah putih, korps NKRI," pesannya. Ia memerintahkan TNI, Polri, dan Kejaksaan untuk tidak ragu menindak anggota yang bermasalah.
Peran Masyarakat dalam Pemberantasan Narkoba
Presiden menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua, guru, ketua RT, dan kepala desa, untuk turut serta aktif mengawasi dan melaporkan indikasi peredaran narkoba.
"Orang tua, jangan biarkan anaknya nanti rusak, hancur anaknya tidak ada masa depan. Begitu ada indikasi, lapor," imbau Prabowo. Komitmennya untuk membersihkan pemerintahan dari praktik mafia juga ditegaskan kembali dalam kesempatan ini.
Artikel Terkait
KPK Alihkan Status Tahanan Mantan Menag Yaqut ke Tahanan Rumah
Empat Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Ciantir Lebak, Selamat Berkat Evakuasi Cepat
Harga Emas Mandek, Catat Level Terendah dalam Sepekan
Bupati Bone Imbau Warga Alihkan Tabungan ke Emas Antisipasi Inflasi