Dari 700 Jadi 90: Kisah Pilu Anak Sungai Musi yang Terancam Punah

- Minggu, 26 Oktober 2025 | 20:42 WIB
Dari 700 Jadi 90: Kisah Pilu Anak Sungai Musi yang Terancam Punah

Zine Darihulu Meluncur, Angkat Isu Menyusutnya Anak Sungai Musi dan Tradisi Buang Sampah

Palembang HARUM, kedai dessert khas Palembang, secara resmi meluncurkan Zine Darihulu dengan tema Sungai Musi. Acara berlangsung pada Minggu, 26 Oktober 2025, di kawasan Sungai Jeramba Karang, Jalan Merdeka, Kota Palembang.

Zine ini digarap oleh dua zinester, Adinda dan Mardho, yang juga merupakan pemilik Palembang HARUM. Fokus utama karya mereka adalah membahas persoalan penyusutan luasan Sungai Musi dari era penjajahan Belanda hingga kondisi saat ini.

Keresahan Lingkungan Jadi Latar Belakang Zine

Mardho mengungkapkan bahwa Zine Darihulu lahir dari keresahan terhadap kondisi sungai yang kian tidak terawat. Ia memaparkan data yang mencengangkan: jumlah anak Sungai Musi di Palembang telah menyusut drastis.

"Jika kita lihat hari ini anak Sungai Musi semakin sedikit. Kalau di era Belanda ada 700 sungai yang ada di Palembang, sedangkan sekarang kita hanya punya 90 sungai," jelas Mardho.

Dari 'Venice of The East' ke Tradisi Buang Sampah

Mardho juga mengingatkan bahwa Palembang pernah dijuluki "Venice of The East" atau Venesia dari Timur oleh penjajah Belanda. Namun, kini citra tersebut terancam oleh tradisi masyarakat yang masih membuang sampah ke sungai.

"Kita melihat bahwa hari ini banyak orang yang tidak sadar dengan kebiasaan membuang sampah ke sungai yang mereka lakukan. Masyarakat juga tidak punya pemikiran atau kesadaran mengenai buruknya kebiasaan ini, yang bisa merusak citra Kota Palembang," tegasnya.

Harapan Lewat Karya Zine

Adinda, rekan penggarap zine, menyampaikan harapannya bahwa karya ini dapat membangkitkan kesadaran masyarakat. Tujuannya adalah agar masyarakat berhenti membuang sampah ke sungai dan ikut serta dalam menjaga kelestariannya.

"Semoga dengan adanya karya ini, bisa membuka kesadaran kita untuk tetap menjaga sungai yang ada dan untuk mempercantik Kota Palembang juga," pungkas Adinda.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar