Video yang beredar di media sosial benar-benar bikin hati terenyuh. Tampak jelas seorang dokter anak dengan tenang namun sigap menangani balita yang sedang kejang di dalam pesawat. Aksi spontannya itu, direkam oleh penumpang lain, langsung membanjiri kolom komentar dengan pujian.
Menurut sejumlah saksi, dokter perempuan itu langsung maju tanpa ragu. Dia memberikan pertolongan pertama sementara pesawat masih berada di darat.
Peristiwa ini kemudian dikonfirmasi oleh pihak maskapai. Tashia Scholz, Head of Corporate Secretary and CSR Division PT Citilink Indonesia, menjelaskan kronologinya. Kejadiannya berlangsung pada penerbangan Citilink QG 990 rute Jakarta–Bengkulu, tepatnya tanggal 4 Mei 2025.
“Dapat kami informasikan bahwa benar telah terjadi insiden seorang penumpang bayi (infant) berusia 22 bulan mengalami kejang pada saat proses boarding masih berlangsung dan pesawat masih berada di darat,”
Begitu penjelasan Tashia yang diterima redaksi, Minggu (1/2).
Untungnya, di pesawat itu ada seorang penumpang yang kebetulan berprofesi sebagai dokter anak. Dia dengan sukarela turun tangan. Kerja samanya dengan kru kabin berjalan lancar, mereka bergerak cepat menyiapkan segala kebutuhan darurat.
“Dalam kejadian ini, penumpang yang berprofesi dokter tersebut turut membantu dalam memberikan pertolongan pertama, bekerja sama dengan kru yang bertugas guna menyiapkan seluruh keperluan dalam kondisi darurat,”
Ungkap Tashia lagi.
Hasilnya? Cukup melegangkan. Berkat respons yang cepat, kondisi balita tersebut perlahan membaik. Sang dokter yang menangani memastikan si kecil sudah stabil dan dinilai aman untuk terbang. Orang tuanya pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.
“Berkat penanganan yang cepat dan tepat, dokter yang turut dalam penerbangan Citilink tersebut menyatakan bahwa kondisi bayi telah kembali stabil dan layak untuk melanjutkan penerbangan, serta orang tua bayi juga menyatakan keinginan untuk tetap melanjutkan penerbangan menuju Bengkulu,”
Jelas Tashia.
Alhasil, penerbangan bisa dilanjutkan. Pesawat lepas landas dari Jakarta sekitar pukul 10.45 WIB dan mendarat dengan mulus di Bengkulu kurang dari sejam kemudian, tepatnya pukul 11.50 WIB. Semua berakhir baik.
Di sisi lain, pihak maskapai menegaskan bahwa semua prosedur standar keselamatan dan administrasi sudah diikuti sesuai ketentuan. Tidak ada yang terlewat.
“Citilink telah memastikan seluruh dokumen perjalanan penumpang sesuai dengan prosedur yang berlaku, serta senantiasa mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan,”
Katanya.
“Oleh karena itu kami selalu berkomitmen untuk patuh terhadap seluruh aturan penerbangan untuk mengantisipasi hal-hal yang berpotensi mengganggu keselamatan dan keamanan penerbangan,”
Tandas Tashia menutup pernyataannya.
Sebuah ketegangan di udara yang berakhir dengan rasa syukur. Berkat kewaspadaan dan profesionalisme, sebuah drama kecil di ketinggian itu bisa ditangani dengan sempurna.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu