BOGOR Suasana di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, terasa berbeda siang itu. Selasa (6/1/2026), Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk sebuah retreat. Ini sudah yang kedua kalinya. Agenda utamanya jelas: evaluasi kinerja setahun terakhir. Tapi Prabowo juga menyentuh soal lain, yaitu gejolak dunia yang tak menentu.
Dalam sambutannya, Presiden membuka dengan penjelasan mengapa memilih lokasi ini.
Alasannya, menurutnya, ada dua. Pertama, tentu untuk mengevaluasi capaian kerja selama setahun. Kedua, yang tak kalah penting, adalah memahami posisi bangsa Indonesia di tengah dinamika global yang terus bergolak. Situasi dunia, rupanya, jadi pertimbangan serius.
Di sisi lain, Prabowo tak lupa mengingatkan para menterinya untuk memandang ke depan. Langkah-langkah konkret dalam menjalankan program pemerintah harus jadi prioritas. Sebab, tantangan yang dihadapi bangsa ini tidaklah kecil.
Artikel Terkait
ADB Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,2% pada 2026-2027
Trump Tuduh Iran Langgar Kesepakatan Damai di Selat Hormuz
BTN dan KAI Garap Hunian Vertikal Terintegrasi Stasiun di Jakarta
BTN Targetkan Kapasitas KPR Meningkat Hingga 400.000 Unit per Tahun