Trump Batalkan Pertemuan dengan Putin: Alasan Mengejutkan Ini Bikin Dunia Heboh

- Minggu, 26 Oktober 2025 | 02:42 WIB
Trump Batalkan Pertemuan dengan Putin: Alasan Mengejutkan Ini Bikin Dunia Heboh

Trump Batalkan Pertemuan dengan Putin: "Saya Tak Akan Buang-Buang Waktu"

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan penolakannya untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin tanpa jaminan kesepakatan mengenai Ukraina. Pernyataan tegas ini disampaikan Trump pada Sabtu (25/10), menegaskan komitmennya untuk tidak menghadiri pertemuan yang dianggapnya tidak produktif.

Alasan Pembatalan Pertemuan Trump-Putin

Trump menekankan bahwa dirinya memerlukan kepastian akan tercapainya sebuah kesepakatan sebelum bersedia duduk satu meja dengan Putin. "Saya harus tahu dulu, bahwa kita akan mencapai kesepakatan. Saya tak akan buang-buang waktu," ujar Trump seperti dilansir AFP. Pernyataan ini menggarisbawahi pendekatan transaksional yang dipegangnya dalam diplomasi.

Hubungan Baik yang Terancam Retak

Meski mengakui memiliki hubungan yang baik dengan Putin secara historis, Trump tidak ragu menyatakan kekecewaannya pada situasi terkini. "Saya selalu punya hubungan baik dengan Vladimir Putin, tapi ini sangat mengecewakan," tuturnya. Ini menandai penurunan signifikan dalam dinamika hubungan kedua pemimpin.

Jadwal Pertemuan yang Batal Tiba-Tiba

Rencana pertemuan kedua pemimpin di Budapest, Hungaria, pada pekan itu akhirnya dibatalkan. Pertemuan yang sedianya bertujuan membahas perdamaian di Ukraina ini merupakan lanjutan dari pembicaraan mereka sebelumnya di Alaska.

Riwayat Pertemuan Sebelumnya yang Gagal

Pertemuan Trump dan Putin di Alaska beberapa waktu lalu juga berfokus pada resolusi konflik Ukraina, namun berakhir tanpa kesepakatan yang substantif. Kegagalan ini tampaknya mempengaruhi kemauan Trump untuk kembali terlibat dalam pembicaraan tanpa prospek hasil yang jelas.

Eskalasi Konflik yang Berlanjut

Pembatalan ini terjadi di tengah terus berlanjutnya serangan Rusia di Ukraina tanpa tanda-tanda penurunan eskalasi. Situasi ini semakin memperumit upaya diplomasi dan mediasi perdamaian antara kedua negara.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar