Menanggapi kekhawatiran soal risiko jebakan utang China atau debt-trap diplomacy yang dikaitkan dengan proyek KCJB, Luhut menampiknya. Ia menegaskan bahwa tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan jika pemerintah Indonesia kompak dan bekerja sama dengan baik.
Luhut juga menekankan bahwa proyek Kereta Cepat Whoosh berbasis data, sehingga mengharapkan semua pihak tidak asal berkomentar tanpa mengetahui detail dan fakta yang sebenarnya. Ia bahkan mempersilakan pihak yang penasaran dengan data rinci proyek untuk datang langsung kepadanya.
Sumber: Detik
Artikel Terkait
Bus Transjakarta Diserbu Amarah, Dua Pria Diamankan Usai Diduga Lakukan Pelecehan Seksual
Mantan Presiden Korsel Divonis 5 Tahun Penjara, Hakim Sebut Pelanggaran Konstitusi
Modus Baru Sindikat Narkoba: Etomidate Diselundupkan dalam Cartridge Vape
Rekonstruksi Mengerikan: Polisi Ungkap Rencana Sistematis Pembunuhan Mahasiswi UMM