Menanggapi kekhawatiran soal risiko jebakan utang China atau debt-trap diplomacy yang dikaitkan dengan proyek KCJB, Luhut menampiknya. Ia menegaskan bahwa tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan jika pemerintah Indonesia kompak dan bekerja sama dengan baik.
Luhut juga menekankan bahwa proyek Kereta Cepat Whoosh berbasis data, sehingga mengharapkan semua pihak tidak asal berkomentar tanpa mengetahui detail dan fakta yang sebenarnya. Ia bahkan mempersilakan pihak yang penasaran dengan data rinci proyek untuk datang langsung kepadanya.
Sumber: Detik
Artikel Terkait
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional