Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menjadi sorotan publik setelah pernyataannya mengenai tenaga ahli gizi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG viral di media sosial.
Melalui akun Instagram @cucun_center, Cucun memberikan klarifikasi resmi bahwa pernyataannya merupakan respons terhadap usulan penghapusan nomenklatur 'ahli gizi' dalam forum diskusi. Ia menegaskan bahwa perubahan diksi dari 'ahli gizi' menjadi 'Quality Control' atau 'Pengawas Makanan Bergizi' masih bersifat wacana dan belum ditetapkan.
"Tujuan saya adalah meluruskan bahwa perubahan diksi berpotensi mempengaruhi kualitas makanan bergizi dan sistem pengawasannya," jelas Cucun dalam pernyataan tertulisnya.
Cucun menekankan bahwa penghapusan nomenklatur 'ahli gizi' justru dapat membuka peluang bagi tenaga non-gizi untuk masuk ke dalam profesi yang seharusnya membutuhkan keahlian khusus. Hal ini berisiko menggeser peran ahli gizi yang telah memiliki kompetensi dan tanggung jawab terukur.
Pertemuan dengan Organisasi Profesi Gizi
Sebagai tindak lanjut, Cucun menggelar pertemuan tertutup dengan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Persatuan Tenaga Ahli Gizi Indonesia (Persagi) di Kompleks Parlemen, Senayan.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan kolaborasi untuk memenuhi kebutuhan ahli gizi di SPPG sekaligus menyiapkan pelatihan bagi tenaga pengawas gizi non-ahli gizi. Saat ini, program dapur MBG telah berjalan di 15.000 lokasi dan ditargetkan mencapai 20.000 lokasi pada akhir tahun.
"Kami bersepakat untuk mempercepat pemenuhan tenaga ahli gizi. Sementara menunggu tenaga ahli terpenuhi, kami akan mengoptimalkan pengawasan dengan melibatkan Persagi," tambah Cucun.
Permohonan Maaf dan Komitmen
Cucun menyampaikan permohonan maaf atas dinamika pembahasan yang sempat menjadi konsumsi publik dan dianggap menyinggung profesi ahli gizi. Ia menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas program gizi nasional.
"Setiap aspirasi masyarakat sangat berarti bagi penguatan program pemerintah dalam mempersiapkan kualitas generasi penerus bangsa," pungkas Cucun.
Artikel Terkait
Gerindra: Bantuan Sapi Kurban Presiden dari APBN 2026 Legal dan Sudah Sesuai Aturan
Kawanan Monyet Liar Turun ke Jalan Nasional Probolinggo-Situbondo Akibat Kekurangan Pakan
Jonatan Christie Tersingkir di Babak 32 Besar Singapore Open Usai Dibalik Prannoy
Malam Takbiran Idul Adha di Kayong Utara Meriah, Mahfud MD dan Dasad Latif Hadiri Pawai Mobil Hias