Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menjadi sorotan publik setelah pernyataannya mengenai tenaga ahli gizi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG viral di media sosial.
Melalui akun Instagram @cucun_center, Cucun memberikan klarifikasi resmi bahwa pernyataannya merupakan respons terhadap usulan penghapusan nomenklatur 'ahli gizi' dalam forum diskusi. Ia menegaskan bahwa perubahan diksi dari 'ahli gizi' menjadi 'Quality Control' atau 'Pengawas Makanan Bergizi' masih bersifat wacana dan belum ditetapkan.
"Tujuan saya adalah meluruskan bahwa perubahan diksi berpotensi mempengaruhi kualitas makanan bergizi dan sistem pengawasannya," jelas Cucun dalam pernyataan tertulisnya.
Cucun menekankan bahwa penghapusan nomenklatur 'ahli gizi' justru dapat membuka peluang bagi tenaga non-gizi untuk masuk ke dalam profesi yang seharusnya membutuhkan keahlian khusus. Hal ini berisiko menggeser peran ahli gizi yang telah memiliki kompetensi dan tanggung jawab terukur.
Pertemuan dengan Organisasi Profesi Gizi
Sebagai tindak lanjut, Cucun menggelar pertemuan tertutup dengan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Persatuan Tenaga Ahli Gizi Indonesia (Persagi) di Kompleks Parlemen, Senayan.
Artikel Terkait
Koalisi Sipil Serukan Darurat Hukum di Hari Pertama 2026
Tahun Baru 2026: Dentuman Ganti Sorak, Tudingan Serang-Menyerang Rusia-Ukraina
Pengakuan Israel Picu Gelombang Kemarahan di Jalanan Somaliland dan Somalia
ICW Bongkar Afiliasi Politik di Balik Program Makanan Bergizi Gratis