Proyek Kereta Cepat Whoosh: Utang Rp118 Triliun dan Tanggung Jawab Presiden Jokowi
Polemik proyek Kereta Cepat Whoosh kembali memanas seiring terungkapnya besaran utang dan kerugian yang harus ditanggung. Utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung disebut telah membengkak hingga mencapai Rp118 triliun.
Lebih memprihatinkan, sejak beroperasi, Whoosh justru terus mencatatkan kerugian fantastis sekitar Rp4,1 triliun per tahun. Kondisi keuangan ini memunculkan tanda tanya besar mengenai kelangsungan proyek nasional tersebut.
Ubedilah Badrun Soroti Tanggung Jawab Presiden Jokowi
Aktivis dan akademisi Ubedilah Badrun menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan pihak yang paling harus bertanggung jawab atas kekisruhan finansial Whoosh. Menurutnya, kebijakan Jokowi di masa lalu menjadi akar permasalahan yang ada sekarang.
Dalam wawancaranya di siniar Forum Keadilan TV, Ubedilah menyatakan, "Saya kira kalau saya boleh katakan, ya Joko Widodo (yang harus tanggung jawab). Karena (Jokowi) mengubah tadinya dengan Jepang daripada dengan China, dan saat itu presidennya adalah Joko Widodo."
Proyeksi Kerugian Whoosh Terus Membengkak
Ubedilah mengaku telah menolak proyek ini sejak awal karena dianggap bukan sebagai skala prioritas dan bisnis yang tidak masuk akal bagi masyarakat. Kekhawatirannya kini terbukti dengan realita kerugian yang terjadi.
Ia bahkan memproyeksikan kerugian Kereta Cepat Whoosh akan semakin membesar. "Nanti di semester pertama ini, tahun 2025, itu sudah rugi sekitar Rp1,6 triliun," ujarnya.
Whoosh Dianggap Sebagai Bom Waktu Keuangan
Dengan utang yang mencapai ratusan triliun dan kerugian tahunan yang terus berlanjut, muncul pertanyaan tentang kemampuan Indonesia dalam melunasi kewajiban finansial tersebut. Ubedilah menyebut situasi ini sebagai bom waktu keuangan yang siap meledak kapan saja.
"Ini menjadi bom waktu seperti yang disampaikan oleh kepala dari kereta cepat itu," pungkas Ubedilah.
Sumber artikel asli: https://www.murianews.com/2025/01/13/625610/ubedilah-badrun-soroti-utang-dan-kerugian-kereta-cepat-whoosh-ini-bom-waktu.html
Artikel Terkait
Perekonomian Sulawesi Selatan Tumbuh 6,88 Persen di Triwulan I 2026, Ditopang Sektor Pemerintahan dan Konsumsi Publik
Dua Calon Jemaah Haji Asal Soppeng Tertunda Berangkat karena Tidak Laik Terbang
Harga Emas Antam Naik Rp17.000 per Gram, Buyback Tembus Rp2.645.000
Ivan Toney Cetak Hat-trick, Al Ahli Hajar Al Fateh 3-1 di Liga Pro Saudi